Deltanusantara.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa sebanyak 7.200 penerima bantuan sosial (bansos) yang menyalahgunakan bantuan untuk judi online (judol), kini diaktifkan kembali sebagai penerima bansos. Rabu (19/11/2025).
la menjelaskan, dari total 600.000 penerima bansos yang uangnya dipakai untuk judol, 200.000 di antaranya mengajukan reaktifasi ke Kemensos.
“Jadi per hari ini, sudah ada 7.200 yang kami reaktifasi, dari 200.000 itu baru 7.200,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/11/2025).
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Lebih jauh, Gus Ipul menjelaskan terkait pertimbangan Kemensos untuk mengaktifkan kembali penerima bansos yang sudah jelas uangnya disalahgunakan untuk judul.
“Ya karena mereka benar-benar butuh, masalahnya benar-benar butuh sekali. Kalau enggak butuh, ya kami akan pertimbangkan, dan itu usulan dari bawah setelah dilakukan pemeriksaan dilapangan,” ujarnya
Atas hal tersebut, 7.200 penerima bansos tersebut akan kembali mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Meski begitu, Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos akan memantau bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam enam bulan ke depan.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
“Setelah itu kami akan cek lagi dengan PPATK dalam enam bulan ke depan apakah mereka masih main judol atau tidak,” tegasnya.
Jika nantinya bantuan tersebut tetap digunakan untuk bermain judol, Kemensos tak segan akan memblokir penerima tersebut.
“Ya pada akhirnya nanti kita liat lah apakah diblokir total atau ada kebijakan-kebijakan lain,” ujarnya.***
Penulis : Redaksi






