Deltanusantara.com – Perseteruan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan perwakilan anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan semakin memanas. Selasa (20/5/10/2025).
Kini sindiran menohok yang disampaikan Kang Dedi Mulyadi (KDM) di media sosial pribadinya dibalas dengan kebijakan yang dianggap semaunya oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Doni Maradona Hutabarat.
Mulanya, Dedi Mulyadi mengunggah video sindiran menohok menyinggung anggota DPRD Jabar yang absen menghadiri rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Video tersebut diberikan judul ‘Renungan Akhir Pekan’.
“Musrenbang forum yang sakral, diundang tak mau datang, ingin dihargai tapi tak pernah menghargai. Ingin dilibatkan, tapi tidak pernah mau terlibat,” kata Dedi dikutip dari Instagramnya, pada Sabtu (17/5/2025).
“Ngaku berpihak pada rakyat, berjuang pada rakyat, giliran anggaran dibuat untuk kepentingan rakyat, tak terima dianggap melanggar konstitusi.”
“Mari kita renungi, kita ini bekerja buat siapa dan untuk siapa?” katanya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Setelah sindiran menohok itu viral di media sosial, kini Doni Maradona berani bereaksi memberikan pembelaan.
Ia mengatakan, undangan hadir ke Musrenbang baru diterima anggota DPRD Jabar sehari sebelum acara berlangsung.
Selain itu, Doni menyebut undangan itu terdapat tiga versi dengan waktu yang berbeda-beda.
“Ini harus saya klarifikasi, yang disampaikan Pak Dedi Mulyadi, ini saya harus sampaikan, undangan Musrenbang, Provinsi itu diterima anggota DPRD satu hari sebelumnya,” kata Doni dikutip dari tayangan Metro TV, pada Sabtu (17/5/2025) .
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
“Undangannya ada tiga versi di mana pada saat jadwal Musrenbang itu semua anggota komisi, pansus semuanya lagi ada agenda kunjungan.”
“Nah, dari undangan tanggal 2 dibuat sama pemprov diterima teman-teman DPRD itu satu hari sebelumnya, undangannya ada 3 versi, ada yang jam 7 ada yang jam 9 ada yang jam 12, dari birokrasi ini aja kita lihat enggak bener,”katanya.***
Yuk baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry






