DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pembangunan 9 ruas jalan tol baru di Jawa Barat merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selasa (13/1/2026).
“Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas antardaerah, meningkatkan kenyamanan perjalanan, dan membuka peluang baru bagi pengembangan kawasan ekonomi.
Rencana itu diungkapkan Pemprov Jabar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam unggahan di akun resmi Instagram Bappeda Jabar @bappedajabar.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Kami memastikan bahwa pembangunan jalan tol ini memenuhi standar lingkungan hidup, meminimalkan deforestasi, serta memperhatikan konservasi air dan tanah,” tambahnya.
Berikut beberapa ruas jalan tol baru yang akan dibangun di Jawa Barat:
– Tool Getaci: Gedebage-Tasikmalaya (95 km)
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
– Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR): 18,10 km
– Tol Bogor-Serpong via Parung : 32,03 km
– Tol Sentul Selatan-Karawang Barat: 33,62 km
– Tool Cikunir-Karawaci (Elevated) : 40 km
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
– Tool Akses Patimban Extend : 22,69 km
– Tol Caringin-Cisarua : 18,41 km
– Tol Sukabumi-Ciranjang : 28,80 km
– Tol Ciranjang-Padalarang : 27,80 km
Pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, memperlancar arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.***
Penulis : Redaksi






