DN.com – Menjelang H-3 Hari Raya Idul Fitri Fenomena warga berebut uang receh dengan menyapu koin di Jembatan Sewo, perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu, Pantura kembali terjadi. Pasirlaja
Sejumlah warga berjajar dengan menggenggam sapu lidi. Aksi ini dinilai membahayakan keselamatan para pengendara dan pemudik. Rabu (18/3/2026).
Fenomena yang ini terjadi dari tahun ke tahun dan menjadi tradisi bagi warga sekitar untuk mengais rejeki uang receh.
Baca Juga:
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Melihat fenomena ini. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi dan menawarkan kompensasi kepada warga yang biasa mencari koin di kawasan tersebut.
Ia berjanji memberikan bantuan sebesar Rp50 ribu per hari hingga 28 Maret mendatang, total kompensasi mencapai Rp600 ribu.
Dedi meminta warga menghentikan aktivitas memungut uang receh karena berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain.
“Sekarang pulang aja, jangan lagi memungut koin, nanti saya urus kompensasinya dengan kepala desa,” kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga:
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
Jajaran kepolisian setempat mengaku berulang kali menertibkan aktivitas penyapu koin di jalur Pantura, namun tingginya arus mudik menjelang Lebaran kerap dimanfaatkan sebagian warga untuk kembali mengais rezeki dari para pengguna jalan.***
Penulis : Redaksi






