DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperluas kanal pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan menghadirkan layanan digital berbasis chatbot WhatsApp serta integrasi e-Samsat dalam aplikasi DIGI by Bank BJB. Rabu (6/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan transformasi digital layanan publik sekaligus strategi meningkatkan kepatuhan wajib pajak di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, tanpa harus bergantung pada layanan tatap muka di kantor Samsat.
Kepala Bapenda Jawa Barat, Asep Supriatna, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan mobilitas tinggi yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan praktis.
Baca Juga:
Balik Nama Kendaraan Kini Lebih Mudah dan Murah, Tak Perlu Lagi Pinjam KTP Pemilik Lama
Asda I Subang Hadiri Puncak Milangkala Kecamatan Cisalak ke-58, Camat Kenalkan Semangat LUMPAT
“Mulai 1 Mei 2026, pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor sudah bisa dilakukan melalui chatbot WhatsApp Bapenda Jabar.
Layanan ini kami hadirkan agar prosesnya lebih praktis dan transparan,” ujarnya, pada Selasa (5/5/2026).
Melalui layanan WhatsApp, wajib pajak dapat mengakses berbagai fitur yang terintegrasi dengan layanan Sapa Warga, mulai dari pengecekan data kendaraan hingga memperoleh kode bayar hanya dalam hitungan menit.
Pengguna cukup menghubungi nomor resmi Bapenda Jabar, lalu memasukkan nomor polisi kendaraan dan NIK untuk proses verifikasi.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Ingin Anggaran MBG Dipangkas Lebih Besar, Kemenkeu Bentuk Tim Pengawas SPPG di Daerah
Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda NTB, Dari Irwasda hingga Empat Kapolres Berganti
Setelah kode bayar diterbitkan, pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal, seperti ATM, mobile banking, e-commerce, hingga dompet digital.
Skema ini diharapkan mampu memperluas akses pembayaran sekaligus mengurangi hambatan administratif.
Selain itu, nasabah Bank BJB juga dapat memanfaatkan fitur e-Samsat pada aplikasi DIGI dengan proses yang sepenuhnya digital.
Wajib pajak hanya perlu memasukkan nomor polisi dan lima digit terakhir nomor rangka kendaraan, kemudian menyelesaikan transaksi menggunakan PIN.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Kritik Pengelolaan Anggaran Daerah: Serapan Tinggi Belum Tentu Bermanfaat bagi Rakyat
Bukti pembayaran elektronik yang dihasilkan dapat disimpan sebagai arsip resmi.
Asep menilai, kemudahan akses ini berpotensi meningkatkan penerimaan daerah dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang selama ini menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setelah melakukan pembayaran secara elektronik, wajib pajak tetap harus melakukan pengesahan STNK di kantor Samsat, Samsat Outlet, atau layanan Samsat Keliling dengan menunjukkan bukti pembayaran.
Dengan digitalisasi layanan ini, Bapenda Jabar berharap tingkat kepatuhan masyarakat terus meningkat seiring kemudahan proses pembayaran yang kini dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja, sekaligus memperkuat penerimaan daerah secara berkelanjutan.***
Penulis : Redaksi






