DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminjamkan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono, di tengah sorotan pengadaan kendaraan dinas di sejumlah daerah. Kamis (5/3/2026).
Dedi menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan Wali Kota bukan hasil pembelian baru dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar, melainkan dialihkan dari mobil dinas Gubernur untuk menunjang mobilitasnya.
“Kalau Wali Kota Banjar pakai Alphard itu bukan beli, tapi pemberian dari saya,” ujar Dedi dalam keterangan pada Senin (2/3/2026). Lalu.
Menurutnya, Sudarsono sempat mengeluhkan mobil dinas lama yang kerap mogok, sementara anggaran Pemerintah Kota Banjar terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk membeli kendaraan baru.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
“Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, nggak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari Provinsi,” katanya.
Dedi menilai tidak ada persoalan jika kendaraan tersebut dipinjamkan untuk mendukung kelancaran tugas pemerintahan.
“Mobil saya kasih pinjam, kecuali pacar nggak akan dipinjamkan,” ucapnya secara berseloroh.
Sebelumnya, sejak awal menjabat, Dedi telah mencoret anggaran pengadaan mobil dinas baru. Selain itu, anggaran baju dinas dan kunjungan luar negeri juga ditiadakan demi efisiensi.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
“Misalnya anggaran baju dinas saya dihapus, anggaran baju dinas Gubernur Jawa Barat Rp150 juta lebih dinolkan, anggaran kunjungan luar negeri Rp1,5 miliar dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp1,8 miliar disisain hanya Rp700 juta. Hilang hampir 40%,” jelasnya.
Saat membedah inventaris di Gedung Pakuan, ia juga memilih mendistribusikan mobil dan motor dinas kepada Sekda, Kepala Biro, hingga staf bagian umum.
Dedi mengaku sudah cukup menggunakan kendaraan pribadinya untuk operasional sehari-hari.***
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Penulis : Redaksi






