Deltanusantara.com – Yayasan Bakti Anak Negeri (YBAN) direncanakan akan segera membangun pondok pesantren terpadu sekaligus berfungsi sebagai panti rehabilitasi narkoba.
Lokasi YBAN sendiri berada di Desa Bumi Negara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Senin 27 Januari 2025.
Adapaun lahan pembangunan seluas 2.600 meter persegi, ditargetkan akan dimulai pada tahun 2025.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Ir. Yadi Mulyadi, Ketua YBAN Pusat dan pimpinan proyek, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp 15.700.000.
“Alhamdulillah, selain donasi dari dalam negeri, kami juga mendapatkan dukungan dari donatur luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, YBAN juga tengah mengajukan bantuan dana hibah ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program infrastruktur berbasis masyarakat.
Proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 30 miliar. “Namun, kami akan merealisasikan pembangunan sesuai dengan anggaran yang masuk ke rekening yayasan,” ujarnya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Ditempat sama Ketua Dewan Pembina dan pendiri YBAN, Muhamad Ijudin Rahmat, SH, MH, yang disampaikan melalui istrinya, Sinta Adiastuti, menjelaskan pentingnya pembangunan panti rehabilitasi ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pendekatan korban bagi pencandu narkoba.
YBAN telah memiliki pengalaman merehabilitasi sejumlah artis yang tersandung kasus narkoba, salah satunya Andika Mahesa, yang kini telah berhasil lepas dari kecanduan,” kata Ijudin.
Namun, untuk memberikan layanan rehabilitasi yang optimal, diperlukan fasilitas yang memadai.
Saat ini, YBAN masih memanfaatkan sekretariat YBAN Jawa Barat untuk kegiatan rehabilitasi,”ungkapnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
“Alhamdulillah, sekretariat kami masih mampu menampung beberapa orang di dua kamar rehabilitasi yang tersedia,” tuturnya.
“Untuk itu, Pasilitas untuk panti rehabilitasi yang lebih besar dan representatif menjadi sangat mendesak.
Ia berharap agar pembangunan Ponpes terpadu tersebut segera bisa dikerjakan.
Kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah dan doa dari masyarakat agar pembangunan pasilitas rehabilitasi ini secepatnya bisa terwujud,” ucapnya.***
Simak update artikel terbaru di Google News
https://www.deltanusantara.com
Penulis : Moh Asep
Editor : Gerry






