DN.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta kepada seluruh Kepala OPD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bandung untuk fokus melaksanakan program yang berkaitan dengan visi misi dan janji politik kepada masyarakat.
Program yang tidak selaras dengan visi misi dan 57 rencana aksi Pemerintah Kabupaten Bandung siap dicoret. Jum’at (30/1/2026).
Dadang menekankan bahwa langkah tersebut harus dilakukan mengingat Pemerintah Kabupaten Bandung tengah menghadapi tantangan keuangan, menyusul adanya pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) hampir Rp1 triliun.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Pengurangan TKD tersebut berimbas kepada menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung yang awalnya ditargetkan sebesar Rp7,3 triliun, tahun ini menjadi hanya Rp6,2 triliun.
“APBD kita berkurang Rp1,1 triliun karena ada pengurangan TKD hampir Rp1 triliun. Oleh karena itu, kaitan rencana belanja tahun 2026 ini,”jelasnya
Saya minta prioritaskan belanja visi misi. Belanja dinas yang tidak terlalu penting coret saja,” tandasnya, pada Rabu (28/1).
Dadang juga menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran pada Triwulan 1 tahun ini, dengan target penyerapan minimal Rp500 miliar.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
“Saya minta terutama kepada dinas-dinas yang sudah ekspos kepada saya, untuk segera melakukan percepatan penyerapan anggaran.
Kita harus memastikan setiap program yang sudah disetujui bisa segera direalisasikan,” ucapnya.***
Penulis : Redaksi






