DN.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengecam sikap Kepala SPPG di Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang menghentikan pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa karena orang tua mereka mengkritik menu di media sosial.
Nanik menilai sikap SPPG tersebut arogan dan tidak seharusnya terjadi. “Itu namanya arogan. Selasa (27/1/2026).
Kritik, saran, dan masukan harus kita dengarkan dengan baik, untuk perbaikan,” ujarnya.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
BGN justru mempersilakan warga untuk mengunggah gambar atau video menu MBG ke media sosial, termasuk menu yang bermasalah.
Namun, Nanik menyarankan agar pengunggah mencantumkan keterangan lengkap tentang menu MBG, seperti waktu, alamat sekolah, dan nama SPPG.
“Unggahan menu MBG adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan memberi masukan terhadap program MBG.
Hal ini penting, sebagai bentuk transparansi agar program unggulan pemerintah Presiden Prabowo Subianto ini bisa terus disempurnakan,” kata Nanik.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
BGN saat ini memiliki tim pemantauan dan pengawasan SPPG yang berjumlah sekitar 70 orang, namun masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi.
Nanik berharap masyarakat dapat terus memberikan saran dan masukan untuk perbaikan program MBG.***
Penulis : Redaksi






