Deltanudantara.com – Masyarakat Desa Tulungagung lakukan pertemuan audensi dengan Konsorsium KSO Timas-Pratiwi serta PT. Arandra Citra Mandiri ( ACM ).
Pertemuan tersebut membahas terdampaknya zona ekonomi masyarakat dari pelaksanaan Proyek Strategis Nasional ( PSN ) Pipa Gas Cisem II.
Acara berlangsung dilakukan di kantor Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Rabu ( 26/2/2025 )
Baca Juga:
KPK Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya Opini di Media Sosial
Haji 2026 Bisa Dibatalkan Demi Keselamatan Jemaah
Tol IKN Jadi “Primadona” Mudik Lebaran 2026, Ini Aturan dan Fasilitasnya
Audensi dilakukan usai warga masyarakat Desa Tulungagung yang terdampak Proyek Strategis Nasional Pipa Gas Cisem II, melakukan aksi protes, atas dampak dari proyek tersebut.
Audensi dihadiri Forkopincam Kertasemaya, Pemerintah Desa Tulungagung serta perwakilan dari unsur tokoh masyarakat.
Proyek Strategis Nasional yakni pipa gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem II) tahap 2 (Ruas Batang – Cirebon – Kandang Haur Timur), sendiri, pengerjaan nya di mulai di wilayah Kabupaten Indramayu.
Proyek tersebut menuai sorotan tajam berbagai kalangan masyarakat Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya.
Baca Juga:
BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG di Wilayah ll, Ini Alasannya!
Pemerintah Dorong Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih untuk Capai Kemandirian Ekonomi
KPK Periksa Pegawai Bea dan Cukai SA yang Diduga Pindahkan Uang Hasil Korupsi
Pasalnya akibat aktivitas proyek, kini kondisi jalan menjadi kumuh dan kotor sehingga membahayakan masyarakat pengguna jalan yang melintas.
Selain itu, tidak adanya pemberitahuan dan komunikasi dengan pemerintah setempat, kini perekonomian masyarakat pun terganggu serta dampak sosial di masyarakat pun mulai bermunculan.
Kepala Desa Tulungagung Hj. Hartini mengungkapkan, bahwa tidak adanya pemberitahuan dan sosialisasi sejak awal, akan adanya pelaksanaan pekerjaan Proyek Strategis Nasional Pipa Gas Cisem II.
Dalam audensi tersebut, masyarakat berharap agar pihak kontraktor kembali melakukan pemadatan jalan dari bekas galian dan di rapihkan kembali, dikarenakan di sepanjang galian itu, kan banyak pedagang, kan kasian warunya harus tutup,”bebernya.
Baca Juga:
Polda Jabar Siapkan 26.692 Personel untuk Amankan Idul Fitri 1447 Hijriah
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?

Selain itu juga, Kades Hj. Hartini menyinggung terkait tidak adanya kompensasi bagi masyarakat, yang tempat usahanya terkena terdampak secara langsung sehingga mereka kesulitan untuk mengais rejekinya.
Ditempat sama Ketua RW 17 Desa Tulungagung, Jondry menambahkan, bahwa dirinya menerima banyak aduan dari masyarakat khususnya yang terdampak proyek.
Dengan adanya proyek pemasangan pipa gas, warga yang berjualan jadi kesulitan beraktivitas, dikarenakan halaman depan warungnya tertumpuk tanah galian, jadi mereka menutup usahanya selama berhari hari,”tutur dia.
Pengerjaan proyek yang berada tepat di tengah lingkungan padat penduduk ini membuat tempat usaha kami terhenti selama berhari hari dan membuat terputusnya rantai perekonomian keluarga,”ucap Tonang salah satu pedagang.
Ia pun menyampaikan sudah beberapa hari menutup usaha nya dikarena halaman warungnya tertutup tumpukan tanah bekas galian.
Kami mohon kebijakan dari pihak Konsorsium KSO Timas -Pratiwi serta PT. ACM selaku pelaksana pekerjaan agar jangan sampai merugikan kami selaku masyarakat kecil,” pungkasnya.***
Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainnya di Google News
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






