Deltanusantara.com – Proyek Strategis Nasional ( PSN ) yakni pipa gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem II) tahap 2 (Ruas Batang – Cirebon – Kandang Haur) tengah proses pengerjaan.
Pengerjaan proyek tersebut mulai dilakukan di wilayah Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menuju ke Kabupaten Cirebon hingga Batang, Provinsi Jawa Tengah. Sabtu 22 Februari 2025.
Sebelumnya, proyek pipa gas Cisem tahap I menelan biaya Rp1,13 triliun dan Cisem tahap II direncanakan menghabiskan biaya Rp3,34 triliun, yang akan dimasukkan dalam APBN dengan skema kontrak tahun jamak. Total biaya proyek pipa gas Cisem sebesar Rp4,47 triliun.
Proyek pipa gas Cisem II yang akan dibangun sepanjang 240 KM di sepanjang jalan nasional pantura dan menggunakan Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract).
Baca Juga:
KPK Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya Opini di Media Sosial
Haji 2026 Bisa Dibatalkan Demi Keselamatan Jemaah
Tol IKN Jadi “Primadona” Mudik Lebaran 2026, Ini Aturan dan Fasilitasnya
Dengan berbasis Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN) ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menghubungkan jaringan transmisi pipa gas bumi transmisi dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Sehingga diharapkan dengan adanya integrasi ini, pasokan gas bumi ke berbagai sektor industri di Jawa Tengah hingga Jawa Barat akan lebih terjamin dan stabil.
KSO Timas-Pratiwi melalui Jaynuri menuturkan, KSO adalah kolaborasi antara PT Timas Suplindo dan PT Pratiwi Putri Sulung
“KSO ini terlibat dalam proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap 2.
Baca Juga:
BGN Hentikan Sementara 1.512 SPPG di Wilayah ll, Ini Alasannya!
Pemerintah Dorong Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih untuk Capai Kemandirian Ekonomi
KPK Periksa Pegawai Bea dan Cukai SA yang Diduga Pindahkan Uang Hasil Korupsi
KSO Timas-Pratiwi bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan pihak terkait guna memastikan kelancaran proyek dan keamanan pekerja,”tuturnya
Sementara itu, Ngadiran selaku Humas dari PT. Arandra Citra Mandiri selaku pelaksana pekerjaan menuturkan, kami sangat mengutamakan keamanan K3 dalam pelaksanaannya guna menciptakan proses kerja yang aman.
Selain itu juga, lanjutnya, guna meningkatkan produktivitas kerja serta menjamin keselamatan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja,”ujarnya.
Nadiran juga menyampaikan, kami memiliki team yang siap respon cepat jika ada insiden seperti mobil terperosok kedalam galian pipa gas.
Baca Juga:
Polda Jabar Siapkan 26.692 Personel untuk Amankan Idul Fitri 1447 Hijriah
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Kami pastikan, kami akan reaksi cepat jika ada sesuatu di lapangan. Seperti pernah ada kendaraan truk yang terperosok, kami langsung segera kerahkan team untuk segera menarik truk tersebut sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat,”jelas dia.
Dari pembangunan pipa gas Proyek Cisem II ini memiliki potensi permintaan gas dari berbagai sektor, seperti industri, rumah tangga, dan pembangkit tenaga listrik.
Kedepan masyarakat Indramayu dapat mendapatkan pasokan gas sehingga pemerintah berharap tidak ada kelangkaan kebutuhan Gas bagi masyarakat Indramayu.
Rusdi Rauf juga selaku pelaksana dari PT. Arandra Citra Mandiri menjelaskan, Ini proyek dari ESMD untuk pipa gas, yang nanti di bawah Pertamina
“ESDM dan Pertamina akan mengikuti peraturan yang ketat baik dari perizinan dan lain sebagainya.
Saya berharap juga dari media yang sebagai fungsi kontrol didalam proyek ini sehingga mendapatkan hasil baik dan benar,”tutupnya.
Untuk diketahui pada pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Cisem II ini, dikerjakan oleh Sub Kontraktor yakni di antaranya PT. Daka Mega Perkasa, PT. Mulia Teknik Toolsindo serta PT. Arandra Citra Mandiri dan lainnya selaku PT PT pelaksana pekerjaan proyek pipa gas bumi Cisem tahap II.***
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






