Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, , meninjau langsung layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, , meninjau langsung layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat, , meninjau langsung layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan berbagai aduan masyarakat terkait proses penerimaan murid baru dapat ditangani secara optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur berdialog langsung dengan sejumlah orang tua siswa yang datang ke pusat layanan Disdik Jabar untuk menyampaikan kendala sekaligus memperoleh informasi terkait proses SPMB.

Pada kesempatan itu, Gubernur menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan SPMB.

Ia menegaskan bahwa saat ini yang tengah berlangsung adalah proses pemetaan, bukan pendaftaran resmi.

“PCMB merupakan tahap pemetaan untuk melihat potensi penerimaan calon murid di sekolah tujuan. Ini bukan pendaftaran. Justru melalui pemetaan ini, berbagai kendala bisa diketahui lebih awal sebelum pelaksanaan SPMB,” ujarnya. pada Selasa (19/6).

Baca Juga:  Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Diharapkan Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Ia mengibaratkan PCMB sebagai tahap latihan sebelum proses utama berlangsung. Melalui tahapan tersebut, calon murid dan orang tua dapat memperoleh gambaran peluang diterima di sekolah tujuan, sekaligus memiliki waktu untuk menyiapkan alternatif pilihan jika diperlukan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengurangi kepanikan yang kerap terjadi saat hasil seleksi diumumkan, di mana waktu untuk menentukan pilihan sekolah lain biasanya sangat terbatas.

“Lebih baik kesulitan diketahui sekarang saat masih ada waktu untuk memperbaiki, daripada muncul setelah proses penerimaan ditutup dan kesempatan sudah tidak ada,” katanya.

Baca Juga:  Hujan Deras Terjang Desa Sukakerti, Kades Himbau Warga Jaga Lingkungan

Selain meluruskan persepsi masyarakat, Gubernur juga menyoroti sejumlah kendala teknis pada aplikasi layanan.

Ia menilai, sebagian besar persoalan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan aspek teknis sistem yang masih dapat disempurnakan.

Oleh karena itu, ia meminta agar evaluasi segera dilakukan terhadap pengelolaan aplikasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.

Meski demikian, Gubernur memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, karena pelaksanaan SPMB masih memiliki waktu yang cukup untuk dilakukan pembenahan.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan hasil penilaian yang kerap dipersoalkan masyarakat umumnya berkaitan dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk dalam aspek penilaian prestasi dan persyaratan administratif lainnya.

Gubernur pun mengimbau seluruh orang tua siswa untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga:  Pemkab Subang Perkuat Ketahanan Pangan, KWT Cimanggu Jadi Contoh Pemberdayaan KPM PKH

“Kepada seluruh orang tua siswa, saya minta tidak panik. Tujuan pemetaan ini agar kita bisa mengetahui berbagai persoalan lebih awal dan memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikannya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran dalam proses penerimaan.

“Kalau memang ada, sebutkan siapa pelakunya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, dan di mana kejadiannya. Laporkan saja, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan secara transparan, akuntabel, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat
Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung
Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung
Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia
Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 
Camat Cisalak Pimpin Rapat Minggon Triwulanan, Bahas Pilkades Serentak, Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
Pemprov Jabar Ambil Alih Jembatan Gantung Margacinta Pangandaran, Pembangunan Permanen Ditargetkan 2027
Lansia di Cisompet Ditemukan Meninggal, Polisi Amankan Seorang Pria

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:15 WIB

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 9 September 2026 - 15:07 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung

Rabu, 9 September 2026 - 14:47 WIB

Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Jumat, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 

Berita Terbaru