Atasi Macet di Gerbang Tol Pasteur, Pemprov Jabar Kaji Pembangunan Underpass

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerbang Tol Pasteur selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Bandung, terutama saat akhir pekan.

Gerbang Tol Pasteur selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Bandung, terutama saat akhir pekan.

 

DN.com – Gerbang Tol Pasteur selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan utama di Bandung, terutama saat akhir pekan.

Lonjakan volume kendaraan kerap menyebabkan antrean panjang di kawasan tersebut. Senin (20/4/2026).

Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji rencana pembangunan underpass di area keluar tol, tepatnya di ruas Jalan Dr. Djundjunan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa usulan ini muncul akibat tingginya antrean kendaraan yang kerap terjadi pada Jumat hingga Minggu.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kemacetan adalah pertemuan langsung arus kendaraan dari tol dengan lampu lalu lintas.

“Keluar Pasteur selalu menimbulkan antrean panjang karena kendaraan dari tol langsung bertemu lampu merah, sehingga arus menjadi terhambat,” ujarnya.

Solusi Jalur Bawah Tanah

Pembangunan underpass dirancang untuk memisahkan arus kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik.

Dalam skema tersebut, kendaraan dari arah samping seperti Jalan Surya Sumantri akan dialihkan melalui jalur bawah tanah.

Dengan demikian, kendaraan yang keluar dari gerbang tol dapat melaju lurus tanpa terganggu oleh lampu lalu lintas, sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan secara signifikan.

Target Pembangunan 2027

Terkait jadwal pelaksanaan, Pemprov Jabar menargetkan proses kajian teknis dan administrasi dapat segera diselesaikan.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, penyusunan Detail Engineering Design (DED) akan dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun ini.

“Jika syaratnya terpenuhi, DED bisa disusun pada perubahan anggaran, dan pembangunan fisik ditargetkan mulai pada 2027,” kata Dedi.

Sementara itu, besaran anggaran proyek masih belum ditetapkan karena menunggu hasil kajian teknis yang lebih mendalam.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi kemacetan di pintu masuk utama Kota Bandung, baik bagi warga lokal maupun wisatawan, khususnya dari kawasan Jabodetabek.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polres Garut Tahan Ayah Kandung Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak
Wali Kota Bandung Soroti Akar Kemacetan, Usulkan Reformasi Total Transportasi Umum
Paparkan 5 Prioritas Pembangunan Jabar 2027: Pendidikan hingga Lingkungan Jadi Fokus Utama Dedi Mulyadi 
Polres Majalengka Ringkus 7 Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ribuan Obat Keras
Pemprov Jabar Kembali Buka Hibah dan Bansos untuk RKPD 2027, Fokus ke Kebutuhan Daerah
Dedi Mulyadi Usulkan Underpass di Pasteur, Solusi Atasi Kemacetan Pintu Masuk Bandung
Kemenag Jabar Dorong Penguatan Peran Komite untuk Tingkatkan Kualitas Madrasah Aliyah
Direktur PT BDS Jadi Tersangka Korupsi Suplai Ayam, Kerugian Negara Capai Rp128,5 Miliar

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:32 WIB

Polres Garut Tahan Ayah Kandung Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak

Senin, 20 April 2026 - 20:03 WIB

Atasi Macet di Gerbang Tol Pasteur, Pemprov Jabar Kaji Pembangunan Underpass

Senin, 20 April 2026 - 19:47 WIB

Wali Kota Bandung Soroti Akar Kemacetan, Usulkan Reformasi Total Transportasi Umum

Jumat, 17 April 2026 - 17:50 WIB

Paparkan 5 Prioritas Pembangunan Jabar 2027: Pendidikan hingga Lingkungan Jadi Fokus Utama Dedi Mulyadi 

Jumat, 17 April 2026 - 17:10 WIB

Polres Majalengka Ringkus 7 Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ribuan Obat Keras

Berita Terbaru