Deltanusantara.com – SMKS Miftahul Jannah Lelea terus berbenah, terkait tata kelola serta manajemen sekolah. Walau dengan Keterbatasan sarana dan prasarana tak mengurungkan pihak sekolah tuk semangat agar bisa sejajar dengan sekolah swasta lainnya.
SMKS Miftahul Jannah Lelea terletak di Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. SMKS Miftahul Jannah, pada sebelumnya bernama SMKS Pembangunan aktivitas belajarnya pun masih menggunakan gedung SD.
Usai mempunyai gedung sendiri dan nama sekolah pun berganti menjadi SMKS Miftahul Jannah Lelea. Sabtu 15 Maret 2025.
Di bawah kepemimpinan kepala sekolah baru, serta semangat baru, kini SMKS Miftahul Jannah Lelea terus melakukan perbaikan, baik dalam tata kelola, manajemen kurikulum, manajemen keuangan, manajemen tenaga kependidikan, manajemen kesiswaan, dan manajemen sarana dan prasarana. Hal ini di sampaikan Kepala Sekolah SMKS Miftahul Jannah Kasim S.Pd.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Lebih jauh Kasim menjelaskan bahwa dirinya menjabat pada bulan Agustus 2023 lalu.
“Evaluasi sangatlah penting yaitu pembenahan tata kelola dan manajemen, agar sekolah ini bisa setara dengan sekolah lainnya,”katanya.
Ia pun menekankan kepada seluruh staf pengajar agar profesional dan profosional dalam menjalankan tugasnya dalam pengabdi di dunia pendidikan.
Dirinya berharap walau dengan keterbatasan yang ada, SMKS Miftahul Jannah diharapkan mampu bersaing dengan sekolah yang ada husus nya di Indramayu.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Melalui pembelajaran mendalam serta berkolaborasi dengan stakeholder lainnya, diharapkan siswa lulusan sekolah kami siap kerja dan bersaing,” tandasnya.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa permasalahan yang di hadapi SMKS Miftahul Jannah adalah kehadiran peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar.
“Hal itu disebabkan, sebagian besar siswa taraf ekonominya menengah kebawa.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Ada beberapa anak bahkan ada yang benar-benar tidak mampu untuk biaya berangkat sekolah,”ujarnya.
Selain itu dirinya menilai bahwa ketidakhadiran siswa dikarekan faktor kurangnya minat anak untuk sekolah.
Faktor lingkungan, faktor komunikasi internal keluarga, dan faktor sosial, itu semua juga penyebab anak malas untuk sekolah,” jelasnya.
Saat ini kami terus berusaha untuk meningkatkan kualitas siswa, melalui pengembangan keterampilan, pembinaan karier, dan kolaborasi dengan dunia industri,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan langkah komunikasi terus dilakukan kepada para orang tua siswa dengan menedukasi dan motivasi agar anaknya bisa mengikuti jam belajar.
Diketahui jumlah siswa keseluruhan di SMKS Miftahul Jannah tahun pelajaran 2024-2025 saat ini, berjumlah 31 siswa.***
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






