Setahun Berlalu, Mahasiswa Minta Polda Jabar Segera Tuntaskan Kasus Tragedi Pendopo Garut

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi mahasiswa Jabar tagih kepastian hukum kasus tragedi pendopo Garut.

Aliansi mahasiswa Jabar tagih kepastian hukum kasus tragedi pendopo Garut.

 

DN.com – Tepat satu tahun setelah tragedi maut dalam Pesta Rakyat di Pendopo Kabupaten Garut yang menewaskan tiga orang, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jabar Menggugat (AMPJM) menggelar aksi damai di depan Markas Polda Jawa Barat. Dikutip Kamis (30/7/2026).

Melalui aksi tersebut, massa mendesak Polda Jabar segera memberikan kepastian hukum atas penanganan kasus yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan sejak dilimpahkan dari Polres Garut.

Koordinator aksi, M.F. Akbar, mengatakan aksi itu merupakan bentuk kepedulian terhadap para korban sekaligus mengingatkan agar proses hukum tidak berhenti di tengah jalan.

Menurutnya, keluarga korban hingga kini masih menunggu kejelasan atas penanganan tragedi yang terjadi saat pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Pendopo Kabupaten Garut pada 18 Juli 2025.

Baca Juga:  Polda Jabar Gagalkan Peredaran 17 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

“Kami ingin mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tragedi Pesta Rakyat Garut yang menewaskan tiga orang.

Sampai hari ini masyarakat, khususnya keluarga korban, masih menunggu kepastian hukum,” ujar Akbar dalam orasinya pada, Rabu (29/7/2026).

Sebelum menggelar aksi, AMPJM mengaku melakukan observasi selama sepekan di Kabupaten Garut dengan menemui keluarga korban meninggal dunia maupun korban yang mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, kata Akbar, para korban berharap proses hukum terus berjalan hingga tuntas dan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

Dalam pernyataan sikapnya, AMPJM menilai penanganan perkara berjalan lambat meski kasus telah dilimpahkan ke Polda Jawa Barat.

Menurut mereka, hingga hampir satu tahun berlalu belum ada informasi mengenai peningkatan status perkara, padahal penyidik sebelumnya telah memeriksa sedikitnya 11 saksi dari berbagai pihak.

Baca Juga:  SMKS Miftahul Jannah Lelea Trus Berbenah, Tingkatkan Kualitas Siswa, Agar Hasilkan Lulusan yang Siap Kerja 

Aliansi itu juga menilai tragedi yang menewaskan tiga orang, termasuk seorang anggota Polri, serta menyebabkan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, diduga terjadi akibat kelalaian pihak penyelenggara.

Selain itu, hasil observasi yang dilakukan AMPJM menunjukkan sejumlah korban luka masih mengalami gangguan kesehatan, termasuk trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.

Karena itu, mereka meminta penyidik mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab tanpa pandang bulu.

Menurut AMPJM, pemberian santunan kepada keluarga korban merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan, namun tidak menghapus proses hukum yang harus tetap berjalan.

Kami mendukung apabila penyidik masih mendalami perkara ini. Namun masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan penanganannya.

” Karena itu kami meminta Polda Jabar segera memberikan penjelasan resmi kepada publik,” kata Akbar.

Baca Juga:  Pemberdayaan Masyarakat Desa Cisalak Melalui Edukasi Literasi oleh Mahasiswa KKN IPB Bogor

Dalam aksi tersebut, AMPJM menyampaikan lima tuntutan kepada Polda Jawa Barat, yaitu melanjutkan proses hukum tragedi Pendopo Garut hingga tuntas hingga meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka apabila unsur pidana telah terpenuhi.

Mereka juga memintan untuk mengusut dugaan lambannya penanganan perkara,  memberikan kepastian hukum kepada para korban, serta menuntaskan pengusutan kasus secara profesional dan tanpa pandang bulu.

Akbar menegaskan, pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada perkembangan berarti dalam penanganan perkara tersebut.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa secara bergantian menyampaikan orasi dan membentangkan poster berisi tuntutan agar Polda Jawa Barat segera menuntaskan penanganan kasus tragedi Pendopo Garut.***

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Moh. Asep

Berita Terkait

Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum
Camat Tanjungsiang Rano Ingatkan ASN dan Panitia Pilkades: Jangan Berpihak kepada Calon
Hari Jadi ke-22 Propam Polri, Kapolda Jabar Hengki Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Sambut Hari Santri Nasional, PCNU dan RMI NU Subang Ziarahi Makam Para Muassis NU
Camat Cisalak dan Panitia Pilkades Gardusayang Ajak Calon serta Pendukung Jaga Kondusivitas
Sasar Hiburan Malam di Subang, Tim Gabungan Gelar Tes Urine hingga Amankan Dua Pengedar Sabu
Kantongi Ratusan Butir Tramadol, Seorang Pria di Bogor Barat Diciduk Polisi Usai Dilaporkan Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Camat Tanjungsiang Rano Ingatkan ASN dan Panitia Pilkades: Jangan Berpihak kepada Calon

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Hari Jadi ke-22 Propam Polri, Kapolda Jabar Hengki Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sambut Hari Santri Nasional, PCNU dan RMI NU Subang Ziarahi Makam Para Muassis NU

Berita Terbaru