Lima Hari Tak Pulang, Jahidin Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Bengkel

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyatakan korban meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyatakan korban meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

 

DN.com –  Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah bengkel di Dusun Parapat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Pria tersebut diketahui bernama Jahidin (57), warga Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sehari-hari, korban bekerja sebagai wiraswasta.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan, penemuan korban berawal ketika istri korban mencari keberadaan suaminya yang selama kurang lebih lima hari tidak pulang ke rumah.

Baca Juga:  Terseret Pengembangan Kasus Suap Bupati Bekasi, Ipda Yayat Sudrajat Ajukan Pengunduran Diri dari Polri

Korban juga tidak dapat dihubungi karena telepon selulernya dalam keadaan tidak aktif.

Merasa khawatir, istri korban bersama seorang saksi kemudian mendatangi bengkel tempat korban bekerja. Setelah pintu bengkel dibuka, keduanya mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi terlentang.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Pangandaran bersama Polsek Pangandaran dan Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Baca Juga:  Polres Subang Ungkap Kasus Eksploitasi Anak di Tiga Kafe Malam di Pantura

Petugas kemudian mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak RSUD Pandega Pangandaran.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, mengatakan penanganan terhadap penemuan korban dilakukan sesuai prosedur.

“Petugas telah melakukan pengamanan TKP, pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta berkoordinasi dengan pihak medis,” katanya, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyatakan korban meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Baca Juga:  Pemkab Indramayu dan Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Berasrama di Terisi

Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam berita acara penolakan autopsi.***

 

Penulis : Moh Asep

Editor : GR

Berita Terkait

Polda Jabar Ingatkan Polisi Tak Arogan Saat Operasi Patuh Lodaya 2026
Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Polda Jabar Ingatkan Polisi Tak Arogan Saat Operasi Patuh Lodaya 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Berita Terbaru