Kurun Waktu 6 Bulan, Jembatan Parigi Dukuh-Jatibaru Ciasem Subang, Akhirnya Diresmikan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Desember 2024 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pengerjaan jembatan Parigi Ciasem dimulai sejak 2015, akhirnya rampung dan diresmikan Pj. Bupati Subang di akhir tahun 2024, dengan kurun waktu waktu 6 bulan. Foto Diskominfo

Proses pengerjaan jembatan Parigi Ciasem dimulai sejak 2015, akhirnya rampung dan diresmikan Pj. Bupati Subang di akhir tahun 2024, dengan kurun waktu waktu 6 bulan. Foto Diskominfo

Deltanusantara.com– Pj. Bupati Subang, Imran didampingi Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Subang, meresmikan Jembatan Parigi Ruas Jalan Dukuh-Jatibaru Ciasem Dusun Parigi, Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem.

Masyarakat sekitar begitu antusias melihat peresmian tersebut.

Pasalnya jembatan permanen tersebut telah lama dinantikan warga.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan tokoh masyarakat Dusun Parigi,
Dul Ahmad Bahtiar, LC.,MM.Pd menyampaikan terima kasih serta rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang telah dinanti selama hampir satu dekade.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah memiliki jembatan yang kokoh dan representatif.

Ini adalah bukti perhatian besar dari pemerintah, mulai dari musrenbang desa hingga dukungan penuh dari Pemerintahan kecamatan.

Tentunya kebijakan Pj.Bupati Subang yang memberikan prioritas terhadap kebutuhan warga,” tuturnya.

Selain itu, Dul juga mengungkapkan, pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai pelengkap kemajuan infrastruktur fisik.

“Betul, jembatan ini sangat dibutuhkan, tapi bukan satu-satunya kebutuhan.

Harus juga diimbangi dengan kemajuan sumber daya manusianya,”ungkapnya.

Di Dusun Parigi, kami belum memiliki madrasah atau sekolah.

Kami sudah memiliki rencana untuk membangun fasilitas pendidikan.

Proses yayasan sudah berjalan, termasuk akta notaris dan wakaf lahan seluas 1.500 meter persegi.

Kami mohon dukungan dan doa dari Pak Pj.Bupati serta jajaran terkait agar rencana ini dapat terwujud,”harapnya.

Baca Juga:  Musrenbang Pemprov Jawa Barat Dedy Mulyadi: Mengembalikan Tatar Sunda pada Ajaran Siliwangi

Dul juga menekankan bahwa pembangunan jembatan ini murni terlaksana berkat kolaborasi pemerintah dan swadaya masyarakat.

Ia menyoroti peran besar para ibu-ibu yang menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan logistik selama proses pembangunan berlangsung.

Sekretaris Dinas PUPR, Andri Mulyapriatna, ST, MT, yang mewakili Kepala Dinas PUPR, menjelaskan bahwa jembatan ini dibangun secara bertahap sejak tahun 2015.

Survei awal dilakukan bersama Babinsa setempat, yang saat itu dijabat oleh Pak Amin, yang kini menjabat sebagai Danramil,”ucapnya.

“Dulu jembatan ini masih berupa jembatan gantung yang sering rusak dan memakan korban jiwa.

Selain itu, harga kebutuhan pokok seperti beras di Kampung Dukuh dan Desa Jatibaru juga berbeda karena sulitnya akses jalan,” ujar Andri.

Ia menambahkan bahwa pendanaan proyek ini berasal APBD Kabupaten Subang dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dana ini dianggarkan secara bertahap, yaitu pada 2015, 2016, 2017, 2021, dan terakhir pada 2024 dengan total anggaran 12 Miliar Rupiah.

Sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, alhamdulillah jembatan ini akhirnya rampung pada 2024.

“Kami memastikan pengerjaan jembatan ini dilakukan dengan pengawasan ketat dan standar kualitas yang baik.

Baca Juga:  Sekcam Cisalak Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97, Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

Harapan kami, jembatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Parigi adalah wujud komitmen Pemkab Subang dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,”tandas Pj.Bupati.

“Sudah hampir 10 tahun proses pelaksanaan jembatan ini, sejak tahun 2015 sampai dengan akhir 2024 baru selesai.

Tentunya kita berharap dengan selesainya jembatan ini masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik,”

Tentunya bisa membawa daya bangkit untuk produktivitas maupun pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah ini,” ujar  Imran.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan proses pengadaan proyek strategis ke depan melalui sistem lelang dini di tahun 2025.

Pada kesempatan ini ingin saya sampaikan juga bahwa yang namanya proyek-proyek strategi seharusnya itu dilakukan tepat waktu dan proses untuk pengadaannya dilakukan lebih cepat.

Makanya saya itu menganjurkan, untuk tahun 2025, aga proyek infrastruktur itu dilakukan lelang dini.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan supaya dalam pelaksananya tidak terburu-buru dan bisa tepat waktu,” tegasnya.

Menyoroti keterlambatan pembangunan jembatan yang sempat menjadi perhatian publik.

Imran menegaskan komitmen Pemkab Subang untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur di masa mendatang.

“Jembatan ini kan merupakan salah satu contoh yang sudah sekian tahun itu tidak selesai-selesai.

Baca Juga:  Berikut Ini, Rekomendasi Objek Wisata di Jawa Barat untuk Liburan Anda dan Keluarga 

Makanya tahun 2024 ini dalam jangka waktu 6 bulan saya tekankan itu harus selesai.

Pertanggal 10 Desember itu jembatan ini sudah harus berdiri.

Makanya mungkin kemarin itu viral. Ketika saya berkunjung pertama sekali kemari, ternyata bentuk jembatan pun belum kelihatan.

Ya, makanya saya bilang, kalau memang tanggal 10 Desember ini tidak selesai berarti Kepala Dinas, Kabidnya beserta staff itu Dinas PUPR ya siap-siap berenang,”tegasnya.

Imran berharap agar komitmen serupa terus dipegang oleh Pemda di masa mendatang.

Dirinya juga mengajak masyarakat sekitar untuk merawat jembatan yang telah ada tersebut, dengan tidak membuang sampah di sekitar jembatan.

Selain itu ia pun mengimbau kendaraan dengan tonase yang melebihi kapasitas jalan dan jembatan agar tidak melintas.

“Tentunya saya berharap ke depan, Pemda itu harus punya komitmen yang sama.

Sehingga semua infrastruktur yang dibangun itu bisa dirasakan, bisa dimanfaatkan, bisa meningkatkan produktivitas dan perkembangan ekonomi Kabupaten Subang,” pungkasnya.***

Peresmian tersebut dihadiri Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan BP4D Subang serta Forkopimcam Kecamatan Ciasem.

Simakartikel terbaru di Google News

deltanusantara.com

 

Penulis : Gerry

Sumber Berita : Diskominfo

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada
Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah
Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian
Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas
Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder
Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang
664 Bangunan Liar dan Lapak PKL Ditertibkan, Pemkot Bandung Tegaskan Penegakan Aturan Secara Humanis
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolda Jabar Kunjungi Kodam III/Siliwangi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB

Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:24 WIB

Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang

Berita Terbaru