DN.com – Forkopincam Cisalak gelar Silaturahmi dengan para Kepala SPPG sekecamatan Cisalak, dalam silaturahmi tersebut membahas proses berjalannya program Makan Bergizi Gratis juga pemerataan jumlah penerima manfaat.
Acara berlangsung di RM Cimanggu, dihadiri Camat Cisalak, Kapolsek Cisalak serta Danramil 0505 Cslk/Tanjungsiang serta Kepala SPPG Sekecamatan.
Camat Cisalak, Aet, menekankan pentingnya kerjasama dan tanggung jawab bersama seluruh stakeholder dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
“Saya tidak bermaksud mengintervensi, tapi ini wajar dan keharusan kita seluruh stakeholder secara bersama-sama melakukan evaluasi dan koordinasi agar program ini berjalan lancar,” ujarnya.
Aet juga menghimbau agar kepala SPPG lebih ketat dan memberikan himbauan agar tegas dalam menjalankan SOP.
“SOP sukarelawan Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) berfokus pada higiene ketat, keamanan pangan, dan kedisiplinan tinggi,” imbuhnya.
Ia menegaskan, sukarelawan wajib menggunakan APD (masker, sarung tangan, penutup kepala), menjaga kebersihan diri serta mengikuti prosedur pengolahan, pemorsian, dan sterilisasi alat makan yang higienis guna menjamin gizi makanan.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Camat Aet juga meminta para kepala SPPG untuk memastikan pemerataan kuota penerima manfaat harus sesuai dan bila ada penambahan atau pengurangan harus ada kesepakatan bersama.
Para kepala SPPG pun diminta untuk menyamakan presepsi dan menjalankan SOP dengan baik untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Senada sama Kapolsek Cisalak beserta Danramil 0505 Cslk/Tanjungsiang, mengapresiasi atas pertemuan tersebut, keduanya mensupport penuh berjalannya Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG berjalan dengan lancar.
Koordinator SPPG Kecamatan Cisalak, Dindin Nugraha, mengatakan bahwa pemerataan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis sudah dilakukan oleh seluruh SPPG di Kecamatan Cisalak.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
“Puji syukur kita sudah melakukan pemerataan, kita duduk bareng untuk menentukan pemerataan PM (Penerima Manfaat),” ujarnya.
Dindin Nugraha menjelaskan bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk memastikan kondusifitas di lapangan dan kelancaran program Makan Bergizi Gratis.
“Total penerima manfaat di Kecamatan Cisalak adalah 10.470 orang, yang akan dibagi ke 9 dapur,” tambahnya.
Dindin juga menyebutkan bahwa Desa Bukanagara, letaknya jauh dari pusat kota, sehingga penerima manfaat di desa tersebut akan dihitung secara khusus.
Ia menyebutkan untuk jumlah B3 dan guru tidak termasuk dalam total penerima manfaat, karena jumlah Penerima Manfaat nya berbeda-beda di setiap desanya.
Kepala SPPG Gardusayang, EMA Ratnasari, mengatakan bahwa pemerataan penerima manfaat dilakukan berdasarkan radius, agar pelayanan lebih optimal dan makanan sampai ke anak-anak masih hangat.
“Kita bagi-bagi tugas agar tidak terlalu berat, dan dapur terdekat yang mengeluarkan penerima manfaat,” ujarnya.
Ema menjelaskan bahwa tidak ada dapur lama atau baru, semua sama. “Kita sepakat membagi 9 dapur di Kecamatan Cisalak, di luar B3, semua dibagi 9,” tambahnya.
Dengan demikian, beban dan risiko dapat diminimalkan, dan kualitas makanan terjamin. “Jadi pertemuan ini dilakukan agar dapur tidak melebihi kapasitas dan juga lebih maksimal dalam melayani Penerima Manfaat.
Hal yang utama juga supaya kwalitas menu makanan dan stabilitas di dapur itu tetap terjaga, jangan sampai dapur itu penerima manfaatnya di satu dapur dan dapur lainnya ada ketimpangan jumlah kuota penerimaan manfaat,” tutupnya.***
Penulis : Gr






