Deltanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Subang berharap percepatan pembangunan Smartpolitan dapat segera terwujud, yang dipastikan akan membawa manfaat besar bagi perekonomian daerah serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Subang.
Atas hal tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Smartpolitan Subang dengan mengusulkan pembukaan exit tol sementara.
Bupati Subang didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., M.MPd.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Ia menyampaikan bahwa keberadaan exit tol sementara di kawasan Smartpolitan sangat penting untuk mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik yang akan menciptakan 18.000 lapangan kerja bagi masyarakat Subang.
“Kami mengajukan permintaan agar dibuka exit tol sementara di kawasan Smartpolitan. Ini sangat krusial agar pembangunan pabrik cepat selesai dan dampak positifnya segera dirasakan masyarakat dengan terserapnya tenaga kerja,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Rey juga turut mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, yang menegaskan bahwa kelancaran akses ke Smartpolitan merupakan kunci keberhasilan pengembangan kawasan tersebut.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum rampungnya proyek jalan tol Cipali-Patimban yang menjadi akses utama bagi kawasan industri tersebut.
“Bersama Pak Gubernur, kami mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Smartpolitan, terutama terkait belum selesainya pembangunan jalan tol Cipali-Patimban,” tuturnya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Rey mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat dan Menteri Pekerjaan Umum, yang dalam pertemuan tersebut langsung memberikan solusi berupa pembukaan exit tol sementara di Cipeundeuy.
Ia optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan dalam mendukung operasional KEK Smartpolitan Subang, yang digadang-gadang menjadi pusat industri kendaraan listrik terbesar di ASEAN.
“Alhamdulillah, solusi yang didapat adalah pembukaan exit tol di Cipeundeuy untuk mendukung kebutuhan pembangunan KEK.
Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pak Menteri PU dan Pak Gubernur Jawa Barat yang sangat responsif dalam menangani permasalahan ini,” pungkasnya.*
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Editor : Gerry
Sumber Berita : Diskominpo






