Dedi Mulyadi Mantap Tolak KJA di Pantai Timur di Pangandaran, Susi Pudjiastuti: Hatur Nuhun Pak Gubernur

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi Mantap Tolak KJA di Pantai Timur di Pangandaran, Susi Pudjiastuti: Hatur Nuhun Pak Gubernur

Dedi Mulyadi Mantap Tolak KJA di Pantai Timur di Pangandaran, Susi Pudjiastuti: Hatur Nuhun Pak Gubernur

 

Deltanusantara.com – Para pelaku wisata dari 19 komunitas di Kabupaten Pangandaran mendeklarasikan Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran.

Deklarasi ini berlangsung di Susi International Beach Strip, Pamugaran, pada Rabu (13/8/2025), dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Forum ini menegaskan penolakannya terhadap keberadaan keramba jaring apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran. Kamis (14/8/2025).

Saat acara berlangsung, momen unik terjadi ketika Susi melakukan video call dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Disaat Jeje sedang berpidato, Susi menyela sambil menunjukkan layar ponselnya kepada peserta.

Baca Juga:  Pentingnya Kesehatan Gigi, TKQ Suni Fadilah Kunjungi Klinik TalkDent Jatibarang

“Ini Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) menyapa kalian semua,” ujar Susi.

Salah seorang peserta langsung berteriak, “Tolak keramba jaring apung, bapa aing.”

“Kumaha Pak? Tolak cenah, tolak,” kata Susi.

Dedi menegaskan bahwa dirinya menolak 100 persen keberadaan KJA di Pantai Timur Pangandaran.

Apa Alasan Penolakan Keramba Jaring Apung?

Sekretaris forum, Iwan Sofa, menjelaskan bahwa visi misi Kabupaten Pangandaran adalah menjadi daerah tujuan wisata, yang menjadi faktor utama dalam mengembangkan ekonomi daerah.

Dari 91 km garis pantai yang dimiliki Pangandaran, hanya Pantai Pangandaran dan Batu Karas yang bisa digunakan untuk aktivitas wisata. Pantai Timur sendiri menjadi lokasi penting pengembangan wisata air.

Baca Juga:  Komplotan Spesialis Bobol Toko di Majalengka Dibekuk, 3 Residivis Ditangkap

Menurut Iwan, keberadaan KJA bertentangan dengan regulasi nasional dan perda tata ruang laut provinsi yang menetapkan Pantai Timur sebagai wilayah konservasi.

Selain mengancam ekosistem laut, KJA juga menghalangi area operasi nelayan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.

Bagaimana Dampak KJA Terhadap Wisata dan Nelayan?

Iwan menegaskan, KJA akan mengganggu estetika Pantai Timur, merusak daya tarik wisata, serta menghambat berbagai atraksi wisata bahari.

Selain itu, keberadaan KJA dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi nelayan tradisional karena area tangkap mereka terhalang.

Baca Juga:  Polda Jabar Kembalikan 1.122 Unit Sepeda Motor Hasil Curanmor kepada Korban 

“Lokasi KJA adalah jantung penggerak perekonomian masyarakat Pangandaran,” tegas Iwan.

Kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi akibat KJA juga menjadi kekhawatiran utama. Forum menilai, jika dibiarkan, KJA akan merusak lingkungan dan memengaruhi keberlanjutan pariwisata Pangandaran di masa depan.

Forum Komunikasi Para Pelaku Wisata Pangandaran bersama masyarakat berkomitmen menolak keberadaan KJA di Pantai Timur.

Tuntutan ini disampaikan kepada Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, untuk diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.***

 

Penulis : Gerry

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru