Polresta Bandung Buru Kasus Alih Fungsi Lahan Kebun Teh di Pangalengan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polresta Bandung berjanji akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab.

Polresta Bandung berjanji akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab.

 

Deltanusantara.com – Polresta Bandung sedang menyelidiki kasus alih fungsi lahan kebun teh menjadi kebun sayur di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung. Selasa (02/12/2025).

Alih fungsi lahan teh tersebut diduga dilakukan secara sistematis, dengan pembabatan lahan yang sebelumnya kebun teh dan telah beralih jadi kebun sayur.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki kasus ini dan telah mengidentifikasi tiga titik yang diduga ada alih fungsi lahan, yaitu di Desa Margamulya, Blok Cipicung I, dan Blok Cipicung II.

Baca Juga:  Satnarkoba Polresta Bandung Kembali Membongkar Jaringan Obat Keras di Kabupaten Bandung

“Hamparan kebun yang seharusnya segar dengan dedaunan teh, kini habis dibabat oknum tak bertanggungjawab dengan cara dibakar,” kata Kombes Pol Aldi Subartono.

Kasus ini juga mendapat atensi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta agar pelaku alih fungsi lahan segera ditindaklanjuti.

Polresta Bandung berjanji akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Kerugian dan Dampak

– Luas lahan kebun teh yang rusak mencapai 14 hektar

– Biaya pemulihan lahan mencapai Rp36 miliar

– Ratusan miliar rupiah kerugian bagi negara dan BUMN

– Menghilangkan sumber penghasilan bagi para pekerja kebun teh

Polresta Bandung mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada informasi terkait kasus ini dan berjanji akan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Saat ini sedang dilakukan pendalaman terkait peran masing-masing, termasuk kami akan mengejar aktor utama,” jelasnya.

Baca Juga:  Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar, Polda Jabar Andalkan ETLE untuk Penegakan Hukum Transparan

Menurut Ardi Kasus tersebut, ada pihak yang memiliki modal besar dan menggerakkan orang untuk menebang tanaman teh, lalu mengalihkannya menjadi lahan pertanian kentang. Pihak tersebut juga disebut siap membeli seluruh hasil panen kentang.

“Kami akan mengejar siapa orang yang mendanai atau sebagai donatur yang memberikan uang kepada masyarakat untuk melakukan penebangan pohon-pohon teh itu,” tegasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru