Dedi Mulyadi Tegaskan Penertiban PKL Demi Hak Pejalan Kaki dan Ketertiban Kota Bandung

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik dan kemarahan sebagian masyarakat terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar di wilayah Bandung.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik dan kemarahan sebagian masyarakat terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar di wilayah Bandung.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik dan kemarahan sebagian masyarakat terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar di wilayah Bandung. Kamis (21/5/2026).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta mengembalikan hak pejalan kaki atas fasilitas umum.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat dalam perjalanan menuju Kota Bekasi. Ia mengaku memahami kekecewaan masyarakat atas pembongkaran lapak PKL di trotoar.

Baca Juga:  Camat Cisalak dan Panitia Pilkades Gardusayang Ajak Calon serta Pendukung Jaga Kondusivitas

“Saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya. Menjadi pemimpin memang tidak selalu berada dalam posisi yang disukai semua pihak,” ujar Dedi.

Ia menegaskan, penertiban bukan untuk mempersulit pedagang, melainkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya.

Selain itu, keberadaan lapak di trotoar juga dinilai mengganggu visibilitas toko-toko resmi di kawasan tersebut.

Terkait pedagang yang terdampak, Dedi menjelaskan tidak ada aturan yang mewajibkan pemerintah memberikan ganti rugi atas penggunaan fasilitas umum untuk aktivitas usaha.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Hentikan Penggalangan Dana di Jalan, Mengganggu Ketertiban Umum

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kondisi ekonomi para pedagang.

“Ini soal pertimbangan ekonomi dan kemanusiaan. Siklus ekonomi mereka harus tetap berjalan sampai mendapatkan pekerjaan atau usaha lain yang tidak mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.

Dedi juga menyoroti keterbatasan kemampuan keuangan daerah dalam memberikan bantuan besar kepada seluruh pedagang terdampak.

Baca Juga:  Ribuan Honorer Sekolah di Jabar Belum Digaji, Dedi Mulyadi Siap Temui Menteri PANR

“Kalau harus memberi miliaran rupiah tentu tidak mungkin, karena kemampuan keuangan kita terbatas,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah akan tetap konsisten menjalankan penataan kota demi menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Saya akan menjaga pemerintah agar konsisten menjalankan amanahnya, menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan lingkungan,” tegas Dedi.

Menurutnya, semua orang harus merasa nyaman saat berada, tinggal, maupun berkunjung ke Kota Bandung.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum
Gubernur

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru