DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta aparat kepolisian segera menelusuri keberadaan Aman Yani. Dikutip Rabu (13/5/2026).
Permintaan ini muncul setelah adanya informasi bahwa dana pensiun dari Bank BJB atas nama Aman Yani disebut masih terus mengalir hingga saat ini.
Nama Aman Yani kembali menjadi sorotan setelah disebut oleh dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan Budi dan keluarganya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Aman Yani telah hilang tanpa kabar sejak tahun 2016 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dedi mengungkapkan bahwa Aman Yani tercatat menerima dana pensiun dari BJB sekitar Rp3,2 juta per bulan.
Selain itu, terdapat pencairan dana awal sebesar 20 persen atau sekitar Rp114 juta yang disebut telah dipindahkan ke rekening Bank Rakyat Indonesia.
“Ada keterangan dari dua saksi yang menemui saya, bahwa uang tersebut diduga tidak dicairkan oleh Aman Yani, melainkan oleh pihak lain dengan cara mengubah identitas pemilik rekening,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, setelah pencairan awal, sempat terjadi beberapa transaksi lanjutan.
Namun, aktivitas tersebut kemudian terhenti karena kartu ATM yang digunakan diduga telah kedaluwarsa.
“Masih ada sisa dana di rekening, tetapi tidak bisa dicairkan lagi karena ATM-nya sudah kedaluwarsa,” kata Dedi.
Atas temuan ini, Dedi mendorong kepolisian untuk segera melakukan penelusuran menyeluruh, baik terkait keberadaan Aman Yani maupun dugaan penyalahgunaan dana pensiun tersebut.***