DN.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya anggaran pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut “kecolongan”.
Nilai anggaran tersebut mencapai Rp1,05 triliun untuk pengadaan sekitar 25 ribu unit motor listrik impor. Dikutip Sabtu (9/5/2026).
Purbaya mengaku sebelumnya telah menolak rencana pengadaan tersebut pada tahun lalu.
Namun, anggaran itu tetap muncul dalam sistem, yang diduga terkait dengan masalah pada perangkat lunak di Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
Baca Juga:
MK Kabulkan Pencabutan Gugatan APBN 2026 Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Sidak Dudung di Dapur MBG Jakarta: Temukan Belatung hingga Ancam Penutupan SPPG Tak Layak
ICW Laporkan Dugaan Markup Rp49,5 Miliar Sertifikasi Halal BGN ke KPK
Menurutnya, sistem tersebut kini tengah diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan pengawasan dalam proses penganggaran.
Purbaya menegaskan ke depan seluruh anggaran akan diawasi lebih ketat, termasuk yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025.
Kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga:
Sidik Jari di Pintu dan Botol Obat Nyamuk Bongkar Alibi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman
Kirab Mahkota Binokasih: Menghidupkan Sejarah Sunda dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Penjualan Mobil Melonjak April 2026, Tren Mobil Listrik Kian Menguat
Ia menyebutkan realisasi pengadaan motor listrik telah mencapai lebih dari 21 ribu unit, dengan proses distribusi dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.
Dadan menegaskan, pengadaan tersebut memang dirancang untuk menunjang kelancaran operasional program di lapangan.***
Penulis : Redaksi






