Ribuan Honorer Sekolah di Jabar Belum Digaji, Dedi Mulyadi Siap Temui Menteri PANR

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi memastikan dirinya akan menemui Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam waktu dekat guna mencari jalan keluar agar pembayaran gaji honorer dapat dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

Gubernur Jabar Dedi memastikan dirinya akan menemui Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam waktu dekat guna mencari jalan keluar agar pembayaran gaji honorer dapat dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

 

DN.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di Jawa Barat. Ribuan tenaga honorer, mulai dari guru, penjaga sekolah hingga petugas kebersihan, dilaporkan belum menerima gaji sejak Maret 2026. Kamis (23/4/2026).

Kondisi ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menyebut situasi tersebut sebagai kabar sedih yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat yang mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran terjadi meski anggaran telah tersedia dalam APBD 2026.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Alokasikan Rp2,4 Triliun, KDM: Target Saya, 2027 Seluruh Jalan di Jabar Mulus

Dengan demikian, persoalan ini bukan disebabkan oleh kekosongan dana, melainkan adanya kendala regulasi yang menghambat proses pencairan.

Permasalahan ini diduga berkaitan dengan kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang membatasi alokasi anggaran daerah untuk tenaga honorer pasca diberlakukannya skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap ribuan tenaga sekolah yang selama ini berperan penting dalam mendukung operasional pendidikan.

Dedi Mulyadi menilai kondisi tersebut sangat ironis. Di tengah kebutuhan tenaga pengajar dan staf pendukung yang masih tinggi, para tenaga honorer yang sudah bekerja justru tidak menerima haknya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Polisi Telusuri Aman Yani, Dana Pensiun BJB Diduga Dicairkan Pihak Lain

Ia menegaskan, proses belajar mengajar tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan tenaga yang sejahtera.

Untuk mencari solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Dedi memastikan dirinya akan menemui Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam waktu dekat guna mencari jalan keluar agar pembayaran gaji honorer dapat dilakukan tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Pemprov Jabar juga akan melakukan pemetaan ulang kebutuhan tenaga di setiap sekolah.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Keluarkan Surat Edaran, Larang Penerimaan dan Pemberian THR Kepada Siapapun

Jika ditemukan ketimpangan distribusi, tenaga honorer akan dialihkan ke sekolah yang membutuhkan.

Namun, jika kebutuhan tetap belum terpenuhi, penggunaan tenaga honorer dinilai masih menjadi langkah yang tidak terhindarkan demi menjaga keberlangsungan pendidikan.

Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menertibkan sistem rekrutmen tenaga honorer.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik “titipan” dalam pengangkatan tenaga kerja. Ke depan, seluruh proses harus mengedepankan kompetensi dan profesionalisme, demi menjaga kualitas pendidikan di Jawa Barat.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

1.259 Personel Gabungan Ikuti Simulasi Sispamkota Penanganan Huru Hara di Bandung
Polres Garut Ungkap 12 Kasus Narkoba, 16 Tersangka Diamankan Selama Agustus 2026
Berbekal Pengalaman Panjang di Reserse, Kombes Bismo Teguh Prakoso Pimpin Ditreskrimsus Polda Jabar
Tim Penilai Papanting Apresiasi Pemanfaatan Pekarangan di Desa Darmaga
Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat
Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung
Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung
Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:15 WIB

1.259 Personel Gabungan Ikuti Simulasi Sispamkota Penanganan Huru Hara di Bandung

Kamis, 10 September 2026 - 22:07 WIB

Polres Garut Ungkap 12 Kasus Narkoba, 16 Tersangka Diamankan Selama Agustus 2026

Kamis, 10 September 2026 - 21:50 WIB

Berbekal Pengalaman Panjang di Reserse, Kombes Bismo Teguh Prakoso Pimpin Ditreskrimsus Polda Jabar

Rabu, 9 September 2026 - 15:15 WIB

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 9 September 2026 - 15:07 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung

Berita Terbaru