Wali Kota Bandung Soroti Akar Kemacetan, Usulkan Reformasi Total Transportasi Umum

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan di Kota Bandung kembali menjadi sorotan Wali Kota Muhammad Farhan.

Kemacetan di Kota Bandung kembali menjadi sorotan Wali Kota Muhammad Farhan.

 

DN.com – Kemacetan di Kota Bandung kembali menjadi sorotan setelah Wali Kota Muhammad Farhan mengungkap sejumlah faktor utama penyebab padatnya lalu lintas di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut.

Farhan menilai tingginya kepemilikan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, serta belum optimalnya sistem transportasi umum menjadi penyebab utama kemacetan yang terus memburuk dari tahun ke tahun.

Menurutnya, hampir seluruh warga Bandung kini memiliki kendaraan pribadi. Kondisi ini diperparah oleh layanan transportasi umum yang dinilai belum layak dan kurang diminati masyarakat.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Wartawan Gadungan yang Jadi DPO: Ternyata Pelaku Pemerasan dan Pengancaman

“Bandung macet karena banyak warga membeli kendaraan pribadi, sementara transportasi umum masih sangat kurang. Senin (20/4/2026).

Ini fakta, jumlah penduduk sekitar 2,6 juta, sementara kendaraan pribadi berpelat D mencapai 2,3 juta unit,” ujarnya.

Selain itu, Farhan juga menyoroti sistem trayek yang masih diterapkan pada angkutan kota (angkot).

Ia menilai sistem tersebut sudah tidak relevan dan justru menghambat daya saing angkutan umum dibandingkan transportasi berbasis aplikasi.

“Ke depan, strategi transportasi umum tidak lagi menggunakan sistem trayek,” katanya.

Baca Juga:  Polda Jabar Ungkap Kasus Perjudian Online, 5 Tersangka Amankan Setelah Lakukan WhatsApp Blast

Ia menjelaskan, transportasi online seperti ojek dan taksi daring lebih diminati karena fleksibel dan tidak terikat jalur tetap.

Sementara itu, angkot yang masih bergantung pada trayek menjadi kurang kompetitif di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.

Akibatnya, masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi berbasis kendaraan pribadi, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah kendaraan di jalan dan memperparah kemacetan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Farhan menegaskan akan mendorong perubahan besar dalam sistem transportasi umum di Bandung.

Baca Juga:  Dua Wisatawan Korban Longsor Curug Cileat Ditemukan, Proses Evakuasi Berjalan Lancar

Salah satu langkah yang direncanakan adalah menghapus sistem trayek dan menggantinya dengan skema berbasis carter agar angkot lebih fleksibel.

“Saya akan berjuang agar sistem trayek dibongkar total. Jika tetap menggunakan trayek, angkot tidak akan pernah bisa bersaing dengan ojek online maupun taksi online, karena mereka berbasis carter,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik transportasi umum sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, sehingga kemacetan di Kota Bandung dapat ditekan secara bertahap.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru