DN.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, menegaskan pentingnya penguatan peran komite dalam mendukung peningkatan kualitas Madrasah Aliyah di Jawa Barat. Kamis (16/4/2026).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Komite Madrasah Aliyah se-Jawa Barat yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., para ketua tim di lingkungan Bidang Pendidikan Madrasah, serta pengurus komite dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Baca Juga:
KPK Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis, Temukan 8 Celah Rawan Korupsi
Pajak Kendaraan Listrik Tak Lagi Gratis, Aturan Baru Berlaku Mulai April 2026
Operator Telekomunikasi Bantah Istilah Kuota Internet Hangus di Sidang MK
Dalam sambutannya, Dudu Rohman mengungkapkan bahwa jumlah madrasah di Jawa Barat mencapai sekitar 1.455 lembaga yang tersebar di 27 kabupaten/kota, baik negeri maupun swasta yang dikelola oleh masyarakat, ulama, dan pesantren.
Namun demikian, pada tahun 2026 terjadi penurunan jumlah peserta didik hingga hampir 16 ribu siswa.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus direspons melalui peningkatan kualitas pendidikan serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan madrasah ditentukan oleh tiga komponen utama, yakni kepala madrasah sebagai penggerak, guru yang profesional, serta dukungan masyarakat melalui komite madrasah.
Baca Juga:
Eks Dirut PGN Hendi Prio Didakwa Rugikan Negara Rp 15 Juta Dolar dalam Kasus Korupsi Gas
Polres Majalengka Ringkus 7 Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ribuan Obat Keras
“Peran komite sangat strategis dalam membantu madrasah membangun kepercayaan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Dudu juga menyoroti masih belum optimalnya penyaluran potensi siswa madrasah.
Ia menyebut banyak siswa yang berprestasi di berbagai bidang, seperti olahraga, tilawah Al-Qur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris, hingga akademik, namun belum sepenuhnya difasilitasi karena keterbatasan program dan sarana.
“Banyak siswa madrasah yang berpotensi, mulai dari juara olahraga hingga kemampuan bahasa dan keagamaan.
Baca Juga:
Pemprov Jabar Kembali Buka Hibah dan Bansos untuk RKPD 2027, Fokus ke Kebutuhan Daerah
Dedi Mulyadi Usulkan Underpass di Pasteur, Solusi Atasi Kemacetan Pintu Masuk Bandung
KUR Perumahan Tanpa Jaminan di Bawah Rp100 Juta, Pemerintah Tawarkan Bunga Ringan 6 Persen per Tahun
Namun, kegiatan untuk menyalurkan potensi tersebut masih belum maksimal. Ini yang perlu kita dorong bersama,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong komite madrasah agar lebih aktif dalam mendukung pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan bakat siswa.
Komite juga diharapkan mampu memperkuat komunikasi dengan pihak madrasah guna meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Anggap madrasah sebagai milik bersama. Komite harus memperkuat komunikasi dengan kepala madrasah dan guru agar potensi siswa dapat berkembang optimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dudu membuka ruang dialog dan mendorong komite untuk aktif memberikan masukan konstruktif demi kemajuan madrasah.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 melalui pendidikan madrasah yang berkualitas.
Selain itu, Kanwil Kemenag Jawa Barat juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna mendukung pengembangan potensi siswa, baik di bidang akademik maupun keagamaan.
Langkah ini bertujuan agar lulusan madrasah memiliki kompetensi yang kuat dan mampu bersaing di berbagai bidang.
Ia juga mengingatkan bahwa peran komite madrasah telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2020, yang menegaskan komite sebagai lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua atau wali peserta didik, tokoh masyarakat, dan pemerhati pendidikan.
Melalui regulasi tersebut, komite diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan serta memperkuat sinergi antara madrasah dan masyarakat.
Dudu berharap kegiatan pembinaan ini tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi berlanjut dengan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas madrasah di Jawa Barat.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran komite. Kita ingin madrasah terus maju, berkembang, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.***
Penulis : Redaksi






