DN.com – Suasana haru menyelimuti prosesi penyerahan batu nisan bagi jenazah korban bencana alam tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jum’at (6/3/2026).
Penyerahan dilakukan Kamis (5/3/2026) sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terakhir kepada para korban yang telah teridentifikasi melalui proses pemeriksaan forensik.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi dan pemeriksaan Tim DVI, dua nomor kantong jenazah yakni PM/062/022/DVI-CSR/063-BP dan PM/062/022/DVI-CSR/064-BP setelah uji DNA cocok dengan data ante mortem nomor 073, teridentifikasi sebagai Tiara Anisa (18 tahun), lahir di Bandung Barat pada 26 November 2008, beralamat Kampung Babakan RT 005/011, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Sementara itu, kantong jenazah PM/062/022/DVI-CSR/080-BP dengan hasil pemeriksaan DNA yang cocok dengan data ante mortem nomor 022, teridentifikasi sebagai Icah (46 tahun), lahir di Bandung pada 7 Agustus 1980, dengan alamat yang sama.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyatakan bahwa penyerahan batu nisan merupakan bagian dari penanganan pascabencana untuk memastikan makam memiliki penanda yang layak dan sesuai identitas resmi.
Kehadiran keluarga menambah suasana haru dan menjadi momen penguatan bagi mereka yang ditinggalkan.
Perwakilan pihak terkait menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara profesional dan ilmiah melalui pencocokan DNA.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Hal ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data sebelum diserahkan kepada keluarga, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan kepastian.
“Dengan diserahkannya batu nisan tersebut, diharapkan keluarga korban dapat memperoleh ketenangan dan kepastian atas identitas anggota keluarga mereka yang menjadi korban bencana.
Pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di wilayah rawan longsor seperti Kecamatan Cisarua,” tutup Kabid Humas.***
Penulis : Moh Asep
Editor : Redaksi






