Prabowo Subianto Perintahkan Kejagung dan Kapolri Mengusut Tuntas Kasus Beras Oplosan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto Perintahkan Kejagung dan Kapolri Mengusut Tuntas Kasus Beras Oplosan

Prabowo Subianto Perintahkan Kejagung dan Kapolri Mengusut Tuntas Kasus Beras Oplosan

 

Deltanusantara.com – Usai Presiden RI Prabowo Subianto turun tangan kasus dugaan beras oplosan. DPRD Jakarta pun langsung gerak cepat, segera jadwalkan pemanggilan terhadap BUMD Food Station Tjipinang Jaya, yang turut diperiksa polisi belum lama ini. Rabu (23/7/2025).

Wakil Ketua DPRD Jakarta Basri Baco menyebut, pihaknya mengorek penjelasan Food Station terkait dugaan kasus beras oplosan yang kini tengah diperiksa oleh Bareskrim Polri.

“Kita akan segera mengadakan rapat kerja dengan Food Station di Komisi B dalam rangka menyikapi isu tersebut,” kata Baco dalam keterangan.

Baco menegaskan, Pemprov harus memberikan sanksi tegas kepada PT. Food Station Tjipinang Jaya jika terbukti mengoplos beras dengan mutu di bawah premium.

“Kita akan cari fakta yang sebenarnya, dan kalau benar terjadi, akan kita tindak untuk memberikan efek jera,” ujarnya.

Baca Juga:  SPPG Wajib Transparan, Larangan Ungkap Kasus Keracunan MBG Dinilai Melanggar Aturan

Lebih lanjut, ia mengaku tidak ingin masyarakat dirugikan akibat beras yang dibeli dengan harga premium. Namun, yang diterima justru beras dengan mutu standar medium. “Pemprov concern akan hal ini, intinya jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujar Baco.

Presiden RI Prabowo Subianto menuntut aparat penegak hukum untuk menindak pelaku beras oplosan. la meminta agar kerugian negara sebanyak Rp100 triliun bisa dikembalikan atau sita penggilingan-penggilingan padi tersebut.

Prabowo menekankan kasus beras oplosan adalah pengkhianatan negara. Ia menyebut para pelaku sengaja melakukan tindak pidana tersebut karena tidak ingin melihat Indonesia maju.

“Ini saya sampaikan di acara yang penting ini karena disini banyak bupati, banyak gubernur, yang hadir ribuan kepala desa, saya anggap ini adalah pengkhianat kepada bangsa dan rakyat. Ini adalah upaya untuk membuat Indonesia terus lemah, terus miskin,” kata Prabowo.

Baca Juga:  Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Fokus Beralih ke Bela Negara dan Manajerial

Dengan tegas dia menyatakan tidak akan menoleransi para pelaku. Jaksa Agung ST Burhanuddin serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diperintahkan untuk mengusut tuntas kasus beras oplosan.

Ia juga meminta mereka untuk menindak para pelaku. “Saya perintahkan Kapolri dan jaksa Agung usut, tindak,” tegasnya.

Prabowo juga memberikan dua pilihan kepada para pelaku. Pertama, mereka diminta untuk mengembalikan kerugian negara sebanyak Rp100 triliun.

Kedua, jika mereka tidak bisa mengembalikan, maka Prabowo mengancam akan menutup penggilingan tempat beras oplos diproduksi.

Baca Juga:  Tiga Peserta Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih Meninggal, Korps Marinir Perketat Pengawasan Kesehatan

“Kalau mereka kembalikan Rp100 triliun itu, oke. Kalau tidak, kita sita itu penggiling-penggiling padi yang brengsek itu,” paparnya.

Pemprov Jakarta terkesan gigih betul membela Food Station Tjipinang, yang terseret dugaan oplos beras dan sudah dipanggil Bareskrim Polri.

Sementara itu. Wakil Gubenur Rano Karno juga sudah angkat bicara. Dia menyebut sudah dapat laporan Food Station yang membantah temuan pemerintah pusat, yang dipublikasikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dia pun akui mempercayai laporan anak buahnya.

“Ini memerlukan waktu yang panjang untuk diskusi. Tapi saya mendapat laporan dari Food Station, itu tidak benar,” kata Rano usai meninjau MPLS di SMAN 6, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).***

 

Penulis : Gerry

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru