Deltanusantara.com – Libur panjang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), jumlah pemudik yang melintasi Jalur Pantura Subang diprediksi akan meningkat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Subang fokus untuk mengamankan 2 titik yang setiap yang selalu rawan macet. Sabtu 21 Desember 2024.
Kepala Satlantas Polres Subang AKP Sudirianto menyebutkan di sepanjang Jalur Pantura Subang terdapat dua titik trouble spot, yakni Pasar Sukamandi dan Jembatan Sewo perbatasan Subang-Indramayu.
Di Pasar Sukamandi terdapat pedagang yang berjualan di bahu jalan. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan pihak desa untuk membantu menertibkan pedagang jualan di bahu jalan.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Selain itu, Satlantas Polres melakukan kanalisasi di depan Pasar Sukamandi sepanjang 500 meter untuk mengatur penyeberang di sekitar pasar.
“Anggota Satlantas Polres Subang dan Polsek Ciasem akan turun untuk mengatur masyarakat yang beraktivitas di Pasar Sukamandi.
Petugas akan membantu masyarakat saat mereka akan menyebrang jalan,” ucap AKP Sudirianto di Mapolres Subang, pada Jumat (20/12/2024) sore.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat menyebrang sembarangan.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Selain itu aktivitas masyarakat tidak menghambat pengguna jalan yang akan melaksanakan libur Nataru,”jelasnya.
Trouble spot kedua di Jembatan Sewo perbatasan Subang-Indramayu, pasalnya ada aktivitas masyarakat yang mengais rezeki dengan sapu lidi.
Aktivitas mereka sangat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi terjadinya kecelakaan.
Sebagaimana diketahui mereka penyapu koin berebutan untuk dapat uang yang dilempar pengguna jalan, bahkan hingga ke tengah jalan,”tuturnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Meliaht hal itu, pihaknya koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Subang dan kecamatan.
selain itu kami melakukan komunikasi, dengan memberikan edukasi kepada mereka, agar aktivitas mereka berhenti sementara selama libur Nataru.
“Hal tersebut untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan kecelakaan akibat aktivitas penyapu koin.
Kami berharap masyarakat dapat memahami demi kenyamanan dan keselamatan bersama,”jelasnya.***
Simak terus artikel terbaru di Google News
deltanusantara.com
Penulis : Gerry
Sumber Berita : Humas Polres Subang






