Deltanusantara.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) penyusunan RPJMD Tahun 2025–2029 dan RKPD 202 tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung di Gedung Negara, Kota Cirebon.
Dihadiri oleh Anggota DPR RI, DPD RI, Ketua dan Anggota DPRD Jawa Barat, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Daerah se-Jawa Barat. Kamis (8/5/2025).
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi dalam sambutannya dengan tegas menyerukan bahwa kerangka pembangunan Jawa Barat harus mengembalikan tatar Sunda pada ajaran Siliwangi dengan kembali melestarikan alam yang selama ini terkikis oleh pembangunan.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
“Manusia Siliwangi adalah yang bersatu dengan tanahnya, airnya, udaranya, panas mataharinya.
Kerangka pembangunan saya adalah mengembalikan kembali tatar Sunda pada ajaran Siliwangi,”tandasnya.
Dedy Mulyadi selanjutnya mengajak seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat untuk segera menghadirkan perubahan di Jawa Barat, jangan hanya berkutat pada kajian dan perencanaan semata.
“Perubahan harus kita lakukan. Terlalu lama kita berkutat pada kajian. Berapa ribu proyek perencanaan yang tidak dieksekusi?”
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Dedy mengungkapkan cita-citanya mengembalikan Jawa Barat menjadi daerah hijau bukan berarti anti industri.
Dedy memiliki pandangan bahwa industri di Jawa Barat tidak akan bisa dibangun tanpa kelestarian alam yang menopangnya.
“Tidak akan ada industri di Jawa Barat kalau hulu sungainya tidak diselamatkan. Kehancuran di gunung akan berdampak pada yang di bawahnya,”tuturnya. Pada Rabu (7/5/2025).
Dedy berharap dengan Musrenbang ini, perencanaan pembangunan di Jawa Barat dapat mewujudkan jalan di Jawa Barat yang terkoneksi, irigasi yang tertata, tata ruang yang seimbang, dan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Ia pun menegaskan bahwa seluruh perencanaan pembangunan Jawa Barat hanya dapat terwujud dengan kerja bersama.
Ia menyebut Musrenbang kali ini bukan Musrenbang Pemprov Jawa Barat melainkan Musrenbang masyarakat Jawa Barat.
“Seluruh cita-cita besar ini hanya bisa dilakukan dengan pikiran, tindakan, dan kebersamaan.
Ini adalah Musrenbang seluruh masyarakat Jawa Barat, bukan Musrenbang Pemprov Jawa Barat,”katanya.
Yuk! baca artikel deltanudantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry






