Lamongan Megilan 2026 Siap Digelar, IPSI dan KONI Tekankan Prestasi Atlet Berkarakter

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung SACI jadi arena pertarungan pesilat muda, Lamongan Megilan 2026.

Gedung SACI jadi arena pertarungan pesilat muda, Lamongan Megilan 2026.

 

DN.com LAMONGAN – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lamongan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Kabupaten Lamongan segera menggelar Kejuaraan Pencak Silat Lamongan Megilan 2026.

Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026 di Gedung SACI Lamongan. Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema “Melestarikan Budaya  Membangun Prestasi  Mengharumkan Lamongan”, ajang ini membawa semangat “Satu Gerak Satu Jiwa  Satu Prestasi.”

Kejuaraan Lamongan Megilan 2026 terbuka bagi pesilat usia 5 hingga 30 tahun, mulai dari kategori usia dini hingga mahasiswa/klub.

Para peserta akan bertanding dalam lima kategori, yakni tanding, tunggal, ganda, regu, dan solo kreatif.

Selain memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, panitia juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan atlet.

Baca Juga:  37 Tahun Menanti, PSHW TM Cabang Lamongan Resmi Bergabung dengan IPSI

Seluruh peserta dijamin dengan perlindungan BPJS selama mengikuti pertandingan.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 20 September 2026 secara daring melalui laman resmi pendaftaran.

Sementara itu, Technical Meeting wajib bagi peserta akan dilaksanakan pada 20 September 2026.

Ketua IPSI Kabupaten Lamongan, Debby Kurniawan, menegaskan bahwa kejuaraan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan karakter para pesilat.

Menurutnya, semangat “Satu Gerak Satu Jiwa Satu Prestasi” merupakan komitmen IPSI Lamongan untuk melahirkan atlet yang memiliki kemampuan sekaligus kepribadian yang baik.

“Tema ‘Satu Gerak Satu Jiwa  Satu Prestasi’ adalah komitmen kami mencetak pesilat yang tidak hanya menang di matras, tetapi juga menang dalam budi pekerti,” ujar Debby.

Baca Juga:  Tol Terpanjang di Indonesia Segera Hadir di Jawa Barat, Membentang 206,65 KM Bakal Habiskan Rp56 Triliun 

Ia menambahkan, pemberian jaminan BPJS bagi peserta merupakan bentuk kepedulian penyelenggara terhadap keselamatan atlet.

“Tidak ada prestasi yang lebih mahal dari keselamatan atlet,” tegasnya.

Debby juga mengajak seluruh perguruan pencak silat di Lamongan untuk mengirimkan kader-kader terbaiknya.

Ia berharap Gedung SACI nantinya menjadi saksi lahirnya para juara baru yang mampu membawa nama harum Lamongan di tingkat yang lebih tinggi.

Senada, Ketua KONI Kabupaten Lamongan, Hery Pranoto, menyebut Kejuaraan Pencak Silat Lamongan Megilan 2026 sebagai investasi jangka panjang dalam pembinaan olahraga, khususnya pencak silat.

“Dari kejuaraan seperti inilah bibit-bibit emas pencak silat Lamongan muncul.

Baca Juga:  Sidik Jari di Pintu dan Botol Obat Nyamuk Bongkar Alibi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman

Kami mengapresiasi kolaborasi IPSI dan Pemkab yang berani membuat terobosan sistem digital dan jaminan asuransi,” katanya.

Hery juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan sportivitas dan persatuan sebagai bagian penting dalam pertandingan.

“Pesan saya, junjung tinggi sportivitas. Kalah menang biasa, tetapi etika dan semangat persatuan harus selalu dibawa pulang,” tegasnya.

Kejuaraan Pencak Silat Lamongan Megilan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan pesilat-pesilat muda yang berprestasi, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama Lamongan.

Dengan kolaborasi IPSI, KONI, dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, kejuaraan ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus mengembangkan prestasi olahraga.***

 

Penulis : Sami'an

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru