Dinilai Gagal dalam Monev di Desa Bajeman, Camat Tragah Diam Seribu Bahasa 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Tragah, Suud, menghadapi sorotan publik setelah viralnya berita tentang ketidakresponsifan dirinya saat dihubungi oleh wartawan terkait berita di Desa Bajeman.

Camat Tragah, Suud, menghadapi sorotan publik setelah viralnya berita tentang ketidakresponsifan dirinya saat dihubungi oleh wartawan terkait berita di Desa Bajeman.

 

Deltanusantara.com – Camat Tragah, Suud, menghadapi sorotan publik setelah viralnya berita tentang ketidakresponsifan dirinya saat dihubungi oleh wartawan terkait berita di Desa Bajeman.

Banyak masyarakat dan pemuda Tragah yang geram dengan dugaan ketidaktransparanan dalam penggunaan uang negara di wilayah Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Senin (6/10/2025).

Camat Tragah dinilai gagal dalam melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Bajeman, sehingga menimbulkan ketidaktransparanan dalam penggunaan dana desa.

Dari ungkapan masyarakat dan pemuda Tragah yang kami himpun, mereka menginginkan kemajuan dan transparansi dalam pengelolaan keuangan desa.

Saat dihubungi oleh media, Camat Tragah Suud tidak merespons atau mengangkat telepon, sehingga memicu spekulasi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Camat sebagai pejabat publik memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat melalui media,” katanya.

Baca Juga:  FPP Kabupaten Subang Peduli Banjir, Serahkan Bantuan kepada Korban 

Ia seharusnya memberikan informasi yang jelas dan transparan terkait kegiatan dan program yang dilaksanakan di wilayahnya.

Camat Suud malah tidak responsif terhadap permintaan informasi dari media dan masyarakat, untuk  memberikan jawaban yang tepat dan akurat.

Camat harus bertanggung jawab atas tindakan dan keputusannya, serta memberikan penjelasan yang memadai jika terjadi kesalahan atau penyimpangan,” ungkapnya.

Harusnya seorang Camat (Pejabat Publik) dapat membangun kepercayaan masyarakat dan meningkatkan transparansi pemerintahan.

Atas hal tersebut, masyarakat dan Pemuda Tragah menyatakan tidak akan tinggal diam jika pembodohan dan ketertutupan terhadap masyarakat publik berlarut-larut dari tingkat kecamatan hingga desa.

Baca Juga:  Konfrontasi Sengit di Polres Subang: Pejabat Terlibat Kasus Pencemaran Nama Baik Diperiksa

Mereka berencana mengadakan audiensi damai dan terbuka, bahkan pelaporan ke pihak terkait, termasuk Bupati Bangkalan.

Berikut Alokasi Anggaran Desa Tragah sebesar Rp 1.468.754.000 ini digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti:

– Penyelenggaraan Posyandu : Rp 41.789.000 untuk makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, dan insentif kader posyandu.
– Pemeliharaan Jalan Desa: Rp 335.750.000 untuk pemeliharaan jalan desa.
– Pemeliharaan Jalan Usaha Tani: Rp 170.025.500 untuk pemeliharaan jalan usaha tani.
– Penyusunan Dokumen Perencanaan: Rp 5.000.000 untuk penyusunan dokumen perencanaan tata ruang desa dan Rp 5.721.000.

– Penyusunan dokumen perencanaan desa.- Penanggulangan Bencana: Rp 50.516.000 untuk penanggulangan bencana.
– Keadaan Mendesak: Rp 590.400.000 untuk keadaan mendesak.
– Pembinaan LKMD/LPM/LPMD : Rp 2.329.000 untuk pembinaan LKMD/LPM/LPMD.

Baca Juga:  Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban

– Pembinaan PKK: Rp 10.000.000 untuk pembinaan PKK.
– Koordinasi Pembinaan Ketentraman: Rp 2.657.000 untuk koordinasi pembinaan ketentraman, ketertiban, dan pelindungan masyarakat.
– Bantuan Perikanan: Rp 9.725.300 untuk bantuan perikanan.
– Peningkatan Produksi Tanaman Pangan: Rp 126.500.000 untuk peningkatan produksi tanaman pangan.

Penyaluran Dana

– Tahap 1: Rp 941.741.600 (64,12% dari total anggaran)
– Tahap 2: Rp 351.341.600 (23,92% dari total anggaran)
– Tahap 3: Rp 175.670.800 (11,96% dari total anggaran)

Perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan bahwa penggunaan dana tersebut sudah tepat dan transparan.

Hingga berita ini kami turunkan tidak belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.***

Editor : Gr

Sumber Berita : Moh Asep

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada
Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah
Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian
Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas
Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder
Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang
664 Bangunan Liar dan Lapak PKL Ditertibkan, Pemkot Bandung Tegaskan Penegakan Aturan Secara Humanis
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolda Jabar Kunjungi Kodam III/Siliwangi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB

Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:24 WIB

Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang

Berita Terbaru