Deltanusantara.com – Sejumlah proyek irigasi di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) menimbulkan polemik di masyarakat.
Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor masih menyisakan sejumlah permasalahan, yang dikeluhkan warga mulai dari jalan rusak, banjir, sistem irigasi yang tidak berfungsi dan polusi.
Keluhan kali ini datang dari warga Desa kerticala dan mendapatkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Kamis 20 Februari 2025.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Komisi 3, Sadar membuat agenda pertemuan yang dihadiri BBWSCC, Pemerintahan desa, tokoh masyarakat serta stakeholder lainnya.
Acara pertemuan berlangsung di Kantor Desa Kerticala.Kamis 20 Februari 2025. Selepas pertemuan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu blok apsar yang terkena dampak proyek.
Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Sadar menyampaikan, bahwa permasalahan yang terjadi dimasyarakat salah satunya disebabkan mis komunikasi.
Ia menyampaikan dengan adanya pertemuan tersebut, apa yang menjadi akar permasalahan agar segera diselesaikan.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Saya berharap pihak BBWSCC serta kontraktor pelaksana proyek segera melakukan perbaikan agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,”tandasnya.
“Tadi kita sudah mengunjungi salah titik lokasi yang terkena dampak yang menjadi sorotan dan dikeluhkan masyarakat.
Pihak BBWSCC sendiri tadi kita dengar akan segera melakukan perbaikan objek dilokasi yang terkena dampak,”jelasnya.
Satori selaku kepala Desa Kerticala mengatakan bahwa ada area lahan yang akan ditanami palawija, namun tidak bisa dilakukannya sehubungan terganggu oleh pengerjaan proyek hingga gagal tanam.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Ia pun menuturkan atas gagal tanam itu membuat pro dan kontra dimasyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut dirinya pun harus mengocek uang pribadinya.
Saya tidak ingin pro kontra tersebut terus berlanjut, untuk itu ya! terpaksa mengeluarkan uang pribadi,”ucapnya.
Mudah-mudahan pihak BBWS segera melaksanakan apa yang sudah disampaikan di pertemuan tadi,”harapnya.
Sementara itu Sandi selaku kepala SNVT PJPA 1 Satker BBWS Cimanuk Cisanggarung berjanji akan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan dalam pertemuan itu.
Kami selaku pihak kontraktor siap melakukan perbaikan secepatnya,”ujarnya
Kenzu.MH salah satu warga Desa Kerticala berharap dengan adanya kunjungan DPRD dan tim BBWSCC ke lokasi, permasalahan tersebut segera mendapat solusi konkret.
Ia meminta agar proyek-proyek irigasi di wilayah tersebut benar-benar dikerjakan sesuai standar, serta akses jalan yang rusak segera diperbaiki.
Dengan adanya Pembagunan harusnya manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh kami,”pungkasnya.***
Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainnya di Google News.
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






