Deltanusantara.com – Sejumlah proyek irigasi di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) menimbulkan polemik di masyarakat.
Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor masih menyisakan sejumlah permasalahan, yang dikeluhkan warga mulai dari jalan rusak, banjir, sistem irigasi yang tidak berfungsi dan polusi.
Keluhan kali ini datang dari warga Desa kerticala dan mendapatkan sorotan tajam dari berbagai pihak. Kamis 20 Februari 2025.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Komisi 3, Sadar membuat agenda pertemuan yang dihadiri BBWSCC, Pemerintahan desa, tokoh masyarakat serta stakeholder lainnya.
Acara pertemuan berlangsung di Kantor Desa Kerticala.Kamis 20 Februari 2025. Selepas pertemuan dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu blok apsar yang terkena dampak proyek.
Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Sadar menyampaikan, bahwa permasalahan yang terjadi dimasyarakat salah satunya disebabkan mis komunikasi.
Ia menyampaikan dengan adanya pertemuan tersebut, apa yang menjadi akar permasalahan agar segera diselesaikan.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Saya berharap pihak BBWSCC serta kontraktor pelaksana proyek segera melakukan perbaikan agar permasalahan ini tidak berlarut-larut,”tandasnya.
“Tadi kita sudah mengunjungi salah titik lokasi yang terkena dampak yang menjadi sorotan dan dikeluhkan masyarakat.
Pihak BBWSCC sendiri tadi kita dengar akan segera melakukan perbaikan objek dilokasi yang terkena dampak,”jelasnya.
Satori selaku kepala Desa Kerticala mengatakan bahwa ada area lahan yang akan ditanami palawija, namun tidak bisa dilakukannya sehubungan terganggu oleh pengerjaan proyek hingga gagal tanam.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Ia pun menuturkan atas gagal tanam itu membuat pro dan kontra dimasyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut dirinya pun harus mengocek uang pribadinya.
Saya tidak ingin pro kontra tersebut terus berlanjut, untuk itu ya! terpaksa mengeluarkan uang pribadi,”ucapnya.
Mudah-mudahan pihak BBWS segera melaksanakan apa yang sudah disampaikan di pertemuan tadi,”harapnya.
Sementara itu Sandi selaku kepala SNVT PJPA 1 Satker BBWS Cimanuk Cisanggarung berjanji akan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan dalam pertemuan itu.
Kami selaku pihak kontraktor siap melakukan perbaikan secepatnya,”ujarnya
Kenzu.MH salah satu warga Desa Kerticala berharap dengan adanya kunjungan DPRD dan tim BBWSCC ke lokasi, permasalahan tersebut segera mendapat solusi konkret.
Ia meminta agar proyek-proyek irigasi di wilayah tersebut benar-benar dikerjakan sesuai standar, serta akses jalan yang rusak segera diperbaiki.
Dengan adanya Pembagunan harusnya manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh kami,”pungkasnya.***
Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainnya di Google News.
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






