Sumedang dan BRIN Kolaborasi Kelola Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang dan BRIN Kolaborasi Kelola Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana.

Sumedang dan BRIN Kolaborasi Kelola Sumber Daya Air dan Mitigasi Bencana.

 

DN.com – Pemkab Sumedang berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di bidang pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana, serta perizinan berbasis data dan teknologi.

Menurut Perwakilan BRIN Arif Rachman, pihaknya memiliki sejumlah inovasi yang relevan untuk diterapkan di Sumedang, seperti aplikasi Water Test Analysis dan konsep Smart and Sustainable Water System. Senin (2/2/2026).

Aplikasi ini mampu melakukan analisis kualitas air serta memperkirakan kondisi sumber daya air secara komprehensif.

Baca Juga:  Aparat Gabungan Tertibkan Adu Bagong Ilegal di Cigugur Pangandaran

“Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung antisipasi bencana, khususnya oleh BPBD, serta menjadi bagian dari tim verifikasi dalam analisis perizinan,” ujar Arif.

BRIN telah memiliki peta dan data lapangan di wilayah Sumedang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.

“Data dan peta tersebut dapat digunakan untuk penyusunan zonasi pengembangan wilayah, termasuk pengelolaan dan penggunaan air secara real time melalui aplikasi Waterrys,” jelas Arif.

Baca Juga:  Wakil Bupati Sumedang Kunjungi Desa Cimarias Dukung Petani dan Tuntut CSR Perusahaan

Sekda Tuti menyambut baik rencana penerapan aplikasi inovasi dari BRIN. “Kami melihat aplikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan Sumedang, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, antisipasi bencana, serta mendukung proses perizinan yang akuntabel dan berbasis data,” ujar Tuti. Melansir Pemkab Sumedang go.id.

Pemkab Sumedang siap menindaklanjuti hasil audiensi tersebut melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Bappeda, BPBD, dan dinas teknis terkait, agar penerapannya dapat dilakukan secara bertahap melalui skema living lab.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI di Tanjungsiang, Camat Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

“Dengan penerapan teknologi ini, kami berharap proses perencanaan wilayah, pengendalian pemanfaatan air, hingga perlindungan masyarakat dan investor dapat dilakukan secara lebih transparan dan real time,” tambahnya.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru