Deltanusantara.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menggelar silaturahmi bersama awak media dalam acara “Silaturahmi Bersama Media” di Legok Gintung, Ciater, pada Sabtu malam (20/12).
Diskusi yang berlangsung hangat itu menyoroti masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Subang, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Minggu (21/12/2025).
Reynaldy menegaskan bahwa isu tenaga kerja bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, melainkan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ke depannya, seluruh proses rekrutmen tenaga kerja di Subang akan disalurkan melalui satu pintu, yakni aplikasi yang dikelola Provinsi Jawa Barat.
Sistem ini akan terintegrasi dengan data kependudukan dan kompetensi pencari kerja, sehingga kebutuhan industri dapat dipenuhi secara transparan.
“Semua industri yang masuk ke Subang harus lewat satu jalur, aplikasi yang terintegrasi dengan kampus dan masyarakat setempat,” kata Kang Rey.
Ia menolak skema ‘jatah’ yang rawan diperjualbelikan. “Saya tidak mau lagi ada jatah‑jatahan.
Warga desa harus masuk dulu, kalau tidak ada di kecamatan, baru ke kabupaten, dan seterusnya. Jatah yang diperdagangkan hanya merugikan pencari kerja,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan warga Subang, Reynaldy mengajak industri menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah tersebut.
“Tidak bisa dipaksakan kalau SDM tidak sesuai. Kita akan bantu anak muda sekitar pabrik masuk ke universitas yang dibutuhkan industri,” ujarnya.
Reynaldy mengakui perubahan ini tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Ia berharap kebijakan yang dibangun dapat menjadi sistem yang berkelanjutan, sehingga Bupati berikutnya cukup menjalankannya tanpa harus memulai dari awal.
“Di 2029, akhir masa kepemimpinan saya, saya ingin sistem ini sudah berjalan dan tidak lagi terpengaruh pergurnian pejabat,” tutupnya.***
Editor : Gerry
Sumber Berita : Diskominfo