Deltanusantara.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menggelar silaturahmi bersama awak media dalam acara “Silaturahmi Bersama Media” di Legok Gintung, Ciater, pada Sabtu malam (20/12).
Diskusi yang berlangsung hangat itu menyoroti masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Subang, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Minggu (21/12/2025).
Reynaldy menegaskan bahwa isu tenaga kerja bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, melainkan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Ke depannya, seluruh proses rekrutmen tenaga kerja di Subang akan disalurkan melalui satu pintu, yakni aplikasi yang dikelola Provinsi Jawa Barat.
Sistem ini akan terintegrasi dengan data kependudukan dan kompetensi pencari kerja, sehingga kebutuhan industri dapat dipenuhi secara transparan.
“Semua industri yang masuk ke Subang harus lewat satu jalur, aplikasi yang terintegrasi dengan kampus dan masyarakat setempat,” kata Kang Rey.
Ia menolak skema ‘jatah’ yang rawan diperjualbelikan. “Saya tidak mau lagi ada jatah‑jatahan.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Warga desa harus masuk dulu, kalau tidak ada di kecamatan, baru ke kabupaten, dan seterusnya. Jatah yang diperdagangkan hanya merugikan pencari kerja,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan warga Subang, Reynaldy mengajak industri menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah tersebut.
“Tidak bisa dipaksakan kalau SDM tidak sesuai. Kita akan bantu anak muda sekitar pabrik masuk ke universitas yang dibutuhkan industri,” ujarnya.
Reynaldy mengakui perubahan ini tidak akan selesai dalam satu atau dua tahun. Ia berharap kebijakan yang dibangun dapat menjadi sistem yang berkelanjutan, sehingga Bupati berikutnya cukup menjalankannya tanpa harus memulai dari awal.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
“Di 2029, akhir masa kepemimpinan saya, saya ingin sistem ini sudah berjalan dan tidak lagi terpengaruh pergurnian pejabat,” tutupnya.***
Editor : Gerry
Sumber Berita : Diskominfo






