Deltanusantara.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya dalam memperluas akses dan literasi keuangan masyarakat melalui dukungan terhadap Sarasehan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang digelar di Ruang Rapat Bupati II, Kantor Bupati Subang, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 30 desa di Kabupaten Subang serta satu desa dari Kabupaten Majalengka.
Bupati Subang, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H Asep Nuroni., S.Sos menyampaikan bahwa keterjangkauan layanan keuangan inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Subang dan Jawa Barat.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, kami mengucapkan terima kasih kepada OJK Provinsi Jawa Barat.
Program Saba Lembur dan penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat desa memiliki akses keuangan yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Asep menegaskan bahwa ekosistem keuangan inklusif menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Akses keuangan yang mudah dan bertanggung jawab akan memperkuat UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta mendorong kemandirian ekonomi lokal.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
“Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan OJK, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kami meyakini sinergi ini akan mempercepat terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menjelaskan bahwa kesenjangan ekonomi di desa kerap bersumber dari rendahnya literasi dan akses keuangan, bukan karena ketiadaan potensi.
“Kalau punya literasi keuangan, orang tahu harus ke mana dan bagaimana. Tanpa literasi, kondisinya seperti gelap dan terang,” ungkapnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Ia menambahkan bahwa penguatan EKI penting untuk mendukung program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal seperti bank emok, judi online, investasi bodong, dan pinjaman online ilegal.
Hingga saat ini, dana masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp138,36 miliar, total kredit tersalurkan sebesar Rp303,42 miliar, dengan 14.300 rekening dan dukungan 72 Agen Laku Pandai.
Penyerahan simbolis pembiayaan modal kerja dari Bank Subang, produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan dari Bank BJB, serta asuransi mikro dari Bank BRI menandai acara tersebut.
Kegiatan juga dihadiri Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Daftar Desa Peserta EKI
– Kecamatan Dawuan: Batusari, Cisampih, Dawuan Kaler, Dawuan Kidul, Jambelaer, Manyeti, Margasari, Rawalele, Situsari, Sukasari (Lb. Pakuan)
– Kecamatan Ciater: Ciater, Cibeusi, Cibitung, Cisaat, Nagrak, Palasari, Sanca
– Kecamatan Ciasem: Ciasem Tengah, Ciasembaru, Dukuh, Jatibaru
– Kecamatan Tanjungsiang: Buniara, Kawungluwuk, Rancamanggung, Tanjungsiang
– Kecamatan Jalan Cagak: Tambakan, Tambakmekar, Bunihayu, Jalan Cagak
– Kecamatan Pagaden Barat: Munjul
– Kabupaten Majalengka: Gunung Kuning
Sarasehan EKI diharapkan melahirkan solusi konkret yang dapat diterapkan langsung di desa dan kecamatan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar bijak memanfaatkan.***
layanan keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal.
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Diskominfo






