Deltanusantara.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., Ketua DPRD, Kapolres Subang, serta Forkopincam meninjau warga terdampak bencana luapan air Selokan di Kampung Cibago, Kecamatan Cisalak, pada Jumat (05/12/25).
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Subang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah titik mengalami banjir dan tanah longsor. Sabtu (6/12/2025).
Kampung Cibago menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup berat akibat meluapnya aliran air selokan pada Kamis (04/12/25) pukul 14.00 WIB.
Sebanyak 25 rumah mengalami kerusakan, sawah terdampak seluas 1.400 m², area kebun seluas 1 hektare, dan total warga terdampak mencapai 212 orang.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey, hadir langsung menemui warga, memberikan dukungan, serta menyerahkan bantuan awal.
“Saya datang hari ini ingin tahu apa saja yang dibutuhkan, yang penting saudara semua baik-baik saja dan diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Pemkab Subang melalui perangkat teknis telah mulai melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk penataan selokan dan pemasangan 50 bronjong untuk menahan luapan air agar tidak kembali masuk ke rumah warga.

“Dari sekian banyak rumah yang terdampak, ada 5 rumah yang terdampak serius akan kita data dan perbaiki dalam waktu dekat,” ujarnya.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Kang Rey menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kedisiplinan dalam pelaporan kejadian secara faktual.
“Namun saya memohon dengan sangat agar tidak mempelintir laporan, jangan sampai banjirnya di sini ngambil videonya di aliran sungai yang deras di bawah sana,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa bencana yang terjadi di Cibago bukan banjir bandang, melainkan luapan sungai yang memasuki permukiman warga.
Ia turut mengimbau masyarakat yang hendak berwisata untuk menunda sementara waktu demi keselamatan.
Baca Juga:
DPRD HST Akan Panggil Seluruh SPPG Akibat Temuan Menu MBG Ramadhan Tak Layak
TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Secara Bertahap Pekan Ini, 246 Ribu SKAKPT Sudah Diterbitkan
“Sebelum cuaca belum membaik, saya sampaikan untuk ditutup terlebih dahulu objek wisata di daerah sini, karena harga nyawa lebih mahal dari apa pun,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Kang Rey menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang akan memperketat aktivitas penambangan terutama di wilayah selatan.
“Saya tak mau kejadian-kejadian yang tak diinginkan terjadi seperti halnya di kota-kota lain, kita harus mulai antisipasi dari sekarang,” ujarnya.
Kang Rey juga menyambut baik kehadiran Desa Tangguh Bencana yang dibentuk melalui kerja sama BPBD Subang.
“Kita sangat butuh mereka, dan bilamana ada kejadian bisa direspons cepat baik percepatan laporan, tindakan hingga penanggulangan,” ucapnya.
Menutup peninjauannya, Bupati Subang kembali menegaskan instruksi kepada seluruh Kepala Desa dan Camat di wilayah rawan bencana agar tetap siaga penuh.
“Jangan dulu pergi ke mana-mana menjelang akhir tahun, semuanya harus standby.
Kita sama-sama jaga warga kita. Jangan sampai ada suatu hal terjadi, Kades dan Camatnya tidak ada di lokasi, saya marah betul nanti.
Saya standby 1×24 jam untuk merespon jika ada sesuatu hal terjadi di Kabupaten Subang,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga Bupati Subang dan rombongan meninjau Warga yang dirawat di Puskesmas Cisalak sekaligus memberikan tali asih.***
Penulis : Gerry






