Deltanusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat merilis informasi posisi saldo kas Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pada Rabu, 26 November 2025. Hingga pukul 17.00 WIB, realisasi penerimaan mencapai Rp28.427.419.482. Jumat (28/11/2025).
Sementara pengeluaran tercatat sebesar Rp81.450.864.961. Dengan demikian, jumlah saldo kas Jawa Barat saat ini berada pada angka Rp2.144.670.607.215.
Adapun rincian pendapatan yang diterima sebagai berikut:
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
* Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Rp16.021.025.100
* Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp12.275.775.000
* Pajak Air Permukaan: Rp10.167.800
* Pajak Alat Berat: Rp5.102.000
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
* Retribusi dan pendapatan lainnya: Rp115.349.582
Sementara rincian pengeluaran meliputi:
* Belanja Pegawai: Rp399.874.788
* Belanja Barang dan Jasa: Rp43.948.731.968
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
* Belanja Modal: Rp34.792.554.773
* Belanja Hibah: Rp2.309.703.432
Penyampaian data ini menunjukkan komitmen Jawa Barat dalam menjaga ketepatan pelaporan keuangan dan transparansi anggaran publik.
Melalui keterbukaan data fiskal, masyarakat dapat mengetahui secara jelas sumber penerimaan daerah serta bagaimana APBD digunakan untuk mendukung program pelayanan publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa setiap rupiah yang dikelola diarahkan pada pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Setiap jalan yang dibangun, setiap jembatan yang diperkuat, dan setiap fasilitas publik yang ditingkatkan adalah hasil dari APBD yang dikelola secara transparan, untuk Jawa Barat yang istimewa, disampaikan dalam pernyataan resmi tersebut.
Saldo RKUD yang stabil menunjukkan kemampuan fiskal yang sehat untuk terus mempercepat pembangunan daerah di berbagai sektor.
Publik pun diharapkan terus ikut memonitor dan mendukung transparansi anggaran sebagai bagian dari perwujudan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Dengan keterbukaan data ini, Jawa Barat menegaskan bahwa pengelolaan APBD dilakukan secara nyata, terukur, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
Penulis : Redaksi






