DN.com – Puskesmas Cisalak terus mendorong upaya pencegahan stunting melalui inovasi pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan puskesmas Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.
Lahan yang ada dioptimalkan untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman pangan dan tanaman obat.
Inovasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Cisalak.
Pemanfaatan lahan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menghadirkan inovasi di bidang kesehatan dan perbaikan gizi.
Hal tersebut disampaikan Tim penilai Papanting Asisten Adum (Asisten Administrasi Umum) Sekretariat Daerah Kabupaten Subang, H. Dadang Kurnianudin, S.IP., M.Si..
Lebih lanjut ia menjelaskan, pemanfaatan lahan tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi untuk mendukung pencegahan stunting dan perbaikan gizi masyarakat.
“Bagaimana lahan yang ada ini bisa bermanfaat, khususnya untuk pencegahan stunting dan perbaikan gizi, melalui tanaman pangan maupun tanaman obat,” ujar H. Dadang Kurnianudin kepada DeltaNusantara.com. Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada puskesmas maupun tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.
Pencegahan stunting, kata dia, juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa sebelum pernikahan, setelah menikah, masa kehamilan, hingga setelah ibu melahirkan dan dalam masa pertumbuhan anak.
“Ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab puskesmas dan dokter. Seluruh elemen pemerintahan, masyarakat, serta para penyuluh memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi,” katanya.
H. Dadang juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh dan masyarakat diperlukan agar inovasi yang dikembangkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan lahan yang telah dimanfaatkan.
Pengelolaan harus dilakukan secara konsisten agar inovasi tersebut berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Cisalak.
“Kita titip agar pengelolaan lahan ini terus berjalan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga hasil dan dampaknya dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat di seluruh wilayah Kecamatan Cisalak,” tuturnya.
Sementara itu. Kepala Desa Darmaga, Sukmana Efendi, mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan awalnya merupakan program desa melalui Gerakan Pemanfaatan Pekarangan (Gemapan), yang kemudian ditindaklanjuti Puskesmas Cisalak melalui program Papanting.
“Alhamdulillah, masyarakat sudah terbiasa memanfaatkan pekarangan. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya untuk perlombaan, tetapi terus menjadi kebiasaan masyarakat dan memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi keluarga serta pencegahan stunting,” terangnya.
Diwaktu yang sama Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Cisalak, dr. Shinta, mengatakan, pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu inovasi untuk mendukung pencegahan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kami mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk tanaman pangan maupun tanaman obat agar kegiatan ini terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi keluarga,” ujar dr. Shinta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Neglasari, Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak.
Lokasi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemanfaatan lahan untuk mendukung program kesehatan, perbaikan gizi, dan pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Cisalak. ***
Penulis : Gr