DN.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, disebut berperan sebagai motivator bagi petani padi di Jawa Barat untuk beralih ke komoditas jagung.
Peran tersebut diyakini memberikan dampak nyata pada peningkatan produksi jagung di provinsi itu sepanjang tahun 2025.
“Polda Jabar berhasil menjalankan perannya menjadi penggerak dalam ekosistem pertanian jagung dan menunjukkan keberhasilan nyata serta signifikan dalam peningkatan produksi,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan dalam keterangan, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 1 Desember 2025 menunjukkan produksi Jagung Tongkol Kering Panen (JTKP) di Jawa Barat naik tajam 44,67 % dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2024 produksi tercatat 1.008.750,46 ton, sementara pada 2025 mencapai 1.459.402,94 ton, atau bertambah 450.652,48 ton.
Irjen Pol Rudi menjelaskan peningkatan tersebut berasal dari pemanfaatan lahan pertanian secara optimal, termasuk melalui Program Pemanfaatan Lahan Produktif (Program 2) yang diterapkan pada lahan seluas 19.387,12 hektare.
Selain itu, penanaman jagung juga memanfaatkan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 1.827,89 hektare.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi komoditas.
“Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan para petani, kami optimistis Jawa Barat dapat terus menjadi salah satu daerah penopang utama produksi jagung nasional,” tutupnya.***
Penulis : Moh Asep
Editor : Gr






