AMPB Kecewa Puan Tak Hadir:  Sidang Paripurna yang Paling Penting Kok Tidak Hadir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMPB Kecewa Ketua DPR RI Puan Maharani Tak Hadir di Paripurna.

AMPB Kecewa Ketua DPR RI Puan Maharani Tak Hadir di Paripurna.

 

DN.com – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Teguh Istianto menyayangkan ketidakhadiran Ketua DPR RI Puan Maharani saat penyampaian laporan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Sidang I Tahun Sidang 2026-2027, pada Kamis (27/8/2026).

Teguh mengaku kecewa karena menurutnya rapat paripurna merupakan salah satu agenda penting DPR, terlebih ketika membahas tindak lanjut RUU Perampasan Aset.

“Seharusnya sih yang kami minta menemui Ibu Ketua, tapi tadi di Sidang Paripurna tidak hadir. Dan saya menyatakan kecewa, sidang paripurna itu sidang yang paling penting kok tidak hadir.

Ini namanya menyepelekan negara,” kata Teguh saat audiensi dengan Pimpinan DPR RI, pada Kamis (27/8/2026).

Baca Juga:  Gelar Sidang Perdana Mahkamah Kehormatan Dewan, Ahmad Sahori Bersama Lima Anggota DPR Lainnya 

Ia meminta seluruh anggota dan pimpinan DPR lebih serius menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, termasuk memastikan kehadiran dalam setiap persidangan.

“Untuk selanjutnya saya minta untuk semua sidang, semua anggota itu hadir. Ini memikirkan negara kok enggak hadir, ya,” tegasnya. Dikutip, Sabtu (29/8/2026).

Teguh: AMPB Bukan Aktivis, Kami Rakyat Murni

Dalam audiensi tersebut, Teguh juga menegaskan bahwa massa yang tergabung dalam AMPB bukan aktivis maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi.

Ia meminta pimpinan DPR menemui massa yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR RI.

Baca Juga:  Badan Gizi Nasional Membuka Kembali Pendaptaran Mitra SPPG Program Makan Bergizi Gratis 

“Di depan sana itu bukan aktivis, Pak. Rakyat murni, Pak, yang pengin bersuara. Tolong entah nanti melalui perwakilan, tolong temui ya, Pak.

Mereka datang dari Pati, tempat yang jauh, Pak, dari sini. Kemudian ada yang dari Surabaya, ada yang dari Bali,” ujarnya.

Teguh juga meminta DPR mengayomi masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.

Ia berharap massa aksi tidak mengalami kekerasan, kriminalisasi maupun intimidasi.

“Mereka itu pengin menemui dari wakilnya yaitu DPR. Saya mohon tolong ayomi mereka, lindungi mereka, dan layani mereka.

Jangan sampai mereka disakiti dan jangan sampai mereka dikriminalisasi dan diintimidasi. Ini yang mereka takutkan adalah itu,” ucapnya.

Baca Juga:  Rahayu Saraswati Mengundurkan Diri sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Sekaligus Sampaikan Permohonan Maaf

Puan Jelaskan Alasan Tak Temui Demonstran

Sementara itu, Puan Maharani menjelaskan dirinya tidak mengikuti audiensi antara pimpinan DPR dan perwakilan massa karena memiliki agenda lain.

Menurut Puan, pimpinan DPR telah membagi tugas untuk menerima dan menemui massa yang menyampaikan aspirasi.

“Memang kami membagi tugasnya karena kan saya dan Bu Sari memimpin Paripurna, sebelumnya Pak Dasco memimpin Paripurna.

Saya tadi juga ada pertemuan dulu,” kata Puan di Gedung DPR RI

Puan menegaskan, tugas untuk menerima aspirasi massa telah didelegasikan kepada unsur pimpinan DPR lainnya.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru