Kepala BP BUMN Dony Oskaria Ungkap BUMN Karya Babak Belur, Kerugian Tembus Rp25,1 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN karya masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN karya masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

 

DN.com – Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN terus berupaya membenahi kondisi perusahaan pelat merah yang tengah menghadapi tekanan keuangan.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN karya masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Menurut Dony, proses penyehatan perusahaan dilakukan secara bertahap karena hampir seluruh BUMN konstruksi menghadapi persoalan serupa secara bersamaan.

“Memang butuh berkesinambungan. Energi kita juga terbatas. Selesai satu, masuk satu lagi,” ujar Dony. Dikutip, Selasa (4/8/2026).

Empat emiten BUMN sektor konstruksi, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT), sama-sama membukukan rugi bersih sepanjang 2025.

Baca Juga:  Menag: Siapkan Regulasi dan Tata Kelola Dana Sosial Pemberdayaan Umat

Total kerugian keempat perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp25,1 triliun dan diperkirakan masih berlanjut pada 2026.

Selain mencatat kerugian besar, sejumlah BUMN karya juga masih dibebani utang yang tinggi.

Dony mengakui kondisi tersebut membuat proses restrukturisasi menjadi sangat berat.

“Baru masuk ke Pos, kondisinya begitu lagi. Baru masuk ke properti, saya juga frustrasi. Aset tinggal Rp7 triliun, sementara utangnya Rp24 triliun. Mau diapakan?” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak menutupi kondisi sebenarnya dan ingin masyarakat mengetahui bahwa pemerintah sedang bekerja keras memperbaiki kesehatan BUMN.

“Saya ingin masyarakat tahu bahwa kita sedang memperbaiki kondisi yang memang tidak baik-baik saja,” katanya.

Baca Juga:  Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG

Salah satu contoh yang disoroti adalah PT PP Properti Tbk yang harus melakukan penyesuaian nilai aset (impairment) hampir Rp13 triliun sebagai bagian dari proses penyehatan perusahaan.

Proyek LRT City Ikut Terdampak

Di tengah kondisi tersebut, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), juga menghadapi tekanan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian sejumlah proyek apartemen LRT City.

Arus kas operasional yang negatif membuat penyelesaian proyek mengalami keterlambatan sehingga ribuan konsumen masih menunggu serah terima unit.

Sebagian pembeli bahkan telah melunasi pembayaran, sementara lainnya masih mencicil setiap bulan.

Baca Juga:  11 Tersangka Dugaan Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Mencapai Rp10,6 Triliun

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko ADHI, Rozi Sparta, menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan tersebut.

“ADCP menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas keterlambatan penyelesaian kewajiban serah terima unit,” ujar Rozi.

Menurutnya, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) membutuhkan investasi besar, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar stasiun transportasi umum.

Di sisi lain, perlambatan sektor properti dalam beberapa tahun terakhir turut menekan penjualan dan arus kas perusahaan.

Meski demikian, ADCP bersama Adhi Karya menyatakan tetap berupaya melanjutkan pembangunan proyek secara bertahap melalui berbagai skema pendanaan agar kewajiban kepada konsumen dapat diselesaikan.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru