Isu Ganti Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Pemprov Pastikan Hanya Perayaan Budaya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

 

DN.com – Isu mengenai rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang disebut akan mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda ramai beredar di media sosial. Selasa (19/5/2026).

Narasi tersebut mencuat setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Milangkala atau Hari Jadi Tatar Sunda yang diperingati setiap 18 Mei.

Perayaan perdana Milangkala Tatar Sunda pada 18 Mei 2026 dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan budaya, salah satunya Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Barat. Puncak acara digelar di Kota Bandung pada 16–17 Mei 2026.

Baca Juga:  Saat Kunjungi Tempat Pembuangan Sampah, Aktivis Ki Jagakali Ditegur Ormas: Jangan Maen Nyelonong Bae

Menanggapi isu yang beredar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan bahwa perayaan Hari Tatar Sunda tidak berkaitan dengan upaya perubahan nama provinsi.

Menurutnya, kegiatan tersebut murni bertujuan untuk mengangkat nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sunda yang telah berkembang sejak masa Kerajaan Sunda.

Adi memastikan bahwa nama Provinsi Jawa Barat tetap sah dan tidak berubah, karena telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga:  Jum'at Berkah: Danramil dan Persit Bagikan Nasi Kotak kepada Korban Luapan Air di Kp CiBago Desa Mayang

“Istilah Tatar Sunda dalam kegiatan ini lebih menitikberatkan pada aspek historis dan budaya, bukan dalam konteks administrasi pemerintahan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi resmi dari pemerintah.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru