DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memaparkan lima agenda prioritas pembangunan Provinsi Jawa Barat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 yang membahas arah pembangunan tahun 2027. Jum’at (17/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pakuan, pada Rabu (15/4) lalu.
Dedi menjelaskan, lima program prioritas tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan industri dan pelestarian lingkungan.
Baca Juga:
KPK Soroti Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis, Temukan 8 Celah Rawan Korupsi
Pajak Kendaraan Listrik Tak Lagi Gratis, Aturan Baru Berlaku Mulai April 2026
Operator Telekomunikasi Bantah Istilah Kuota Internet Hangus di Sidang MK
Prioritas pertama adalah pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga hingga jenjang SMA dan SMK.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jawa Barat menyiapkan dua strategi utama, yakni pembangunan ruang kelas baru serta pemberian subsidi pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Prioritas kedua menyasar peningkatan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat tidak mampu.
Pemerintah daerah akan menanggung biaya layanan kesehatan bagi warga miskin yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
Baca Juga:
Eks Dirut PGN Hendi Prio Didakwa Rugikan Negara Rp 15 Juta Dolar dalam Kasus Korupsi Gas
Polres Majalengka Ringkus 7 Pengedar Narkoba, Sita Sabu dan Ribuan Obat Keras
Pemprov Jabar Kembali Buka Hibah dan Bansos untuk RKPD 2027, Fokus ke Kebutuhan Daerah
Dedi menjelaskan, warga kurang mampu yang belum memiliki jaminan kesehatan tetap dapat mengakses layanan, khususnya di ruang kelas 3 rumah sakit yang telah ditunjuk.
Pembiayaan layanan tersebut akan ditanggung bersama oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Prioritas ketiga adalah percepatan pembangunan infrastruktur dasar, yang meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, jaringan irigasi, serta penyediaan air bersih secara merata di seluruh wilayah Jawa Barat.
Pada sektor ekonomi, prioritas keempat difokuskan pada penguatan dan pengembangan kawasan industri.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Usulkan Underpass di Pasteur, Solusi Atasi Kemacetan Pintu Masuk Bandung
KUR Perumahan Tanpa Jaminan di Bawah Rp100 Juta, Pemerintah Tawarkan Bunga Ringan 6 Persen per Tahun
Wapres Gibran Bahas Kesejahteraan dan Digitalisasi Guru Madrasah Bersama PGM
Dedi menekankan pentingnya dukungan konektivitas infrastruktur, mulai dari pelabuhan, jalan tol, hingga akses jalan ke kawasan permukiman, dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berbasis kearifan lingkungan.
Prioritas kelima adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan tidak merusak keasrian desa, kawasan pesisir, maupun wilayah pegunungan.
Selain itu, Dedi juga menegaskan pentingnya konektivitas antarwilayah di Jawa Barat, baik dari utara ke selatan maupun dari barat ke timur.
Ia mencontohkan konektivitas wilayah mulai dari Depok dan Bekasi hingga Pangandaran, serta dari Cirebon hingga Bogor dan Sukabumi, yang diharapkan terhubung secara merata hingga ke pelosok desa.
Menurutnya, keterhubungan wilayah tersebut menjadi kunci dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh Jawa Barat.***
Penulis : Redaksi






