Viral Joget Pamer Keuntungan MBG, Mitra SPPG Bandung Barat Akui Kesalahan Usai Dapur Ditutup

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hendrik Irawan, pria yang viral setelah berjoget.

Hendrik Irawan, pria yang viral setelah berjoget.

 

DN.com – Hendrik Irawan, pria yang viral setelah berjoget sambil memamerkan keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya buka suara terkait polemik yang terjadi­. Jumat (27/3/2026).

Hendrik diketahui merupakan mitra pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Ia mengungkapkan, video viral tersebut berdampak besar hingga berujung pada penutupan operasional SPPG miliknya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Angkat Fiktor Harefa Jadi Satpam Gedung Sate, Usai Viral Tegur Pengemudi Alphard

Pernyataan itu disampaikannya melalui akun TikTok pribadinya, Hendrik Irawan MBG, yang juga ditayangkan ulang oleh kanal YouTube KompasTV.

“Perlu Anda ketahui, dengan hujatan dan cacian yang ada, SPPG kami akhirnya ditutup oleh Ibu Nanik dari Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Hendrik mengaku terkejut saat mengetahui dapur SPPG yang dikelolanya harus ditutup.

Ia tidak menyangka video tersebut akan menimbulkan dampak sebesar itu.

Baca Juga:  Truk Pengangkut Penambangan Ilegal Kabur Saat Melihat Kang Dedi Mulyadi

“Saya kaget permasalahan ini jadi besar. Memang ini kesalahan saya, saya tidak mematuhi protokol.

Saya berjoget di ruangan kerja dan tidak menyangka akan seviral ini,” katanya.

Ia juga mengakui tindakannya terlalu berlebihan, namun tidak menyalahkan respons masyarakat di media sosial.

Lebih lanjut, Hendrik menyebut penutupan SPPG tersebut berdampak pada sekitar 150 relawan yang kini tidak dapat bekerja dan menghentikan produksi makanan hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga:  Pemda Provinsi Jawa Barat Prioritaskan Pemerataan Infrastruktur Jalan Non-Provinsi

“Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja dan tidak bisa produksi untuk tanggal 31 Maret.

Ini dampak dari tindakan saya yang terlalu frontal. Tapi saya tidak menyalahkan netizen,” tuturnya.

Ia pun mengaku prihatin terhadap nasib para relawan yang terdampak akibat penutupan tersebut.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat
Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung
Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung
Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia
Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 
Camat Cisalak Pimpin Rapat Minggon Triwulanan, Bahas Pilkades Serentak, Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
Pemprov Jabar Ambil Alih Jembatan Gantung Margacinta Pangandaran, Pembangunan Permanen Ditargetkan 2027
Lansia di Cisompet Ditemukan Meninggal, Polisi Amankan Seorang Pria

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:15 WIB

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 9 September 2026 - 15:07 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung

Rabu, 9 September 2026 - 14:47 WIB

Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Jumat, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 

Berita Terbaru