Surat Edaran Kemenkes Soal Alih Status Non-ASN Picu Reaksi PPPK dan Honorer

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor KP.01.01/D.I/2611/2026 tertanggal 2 April 2026 mulai menimbulkan dampak di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga honorer.

Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor KP.01.01/D.I/2611/2026 tertanggal 2 April 2026 mulai menimbulkan dampak di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga honorer.

 

DN.com – Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor KP.01.01/D.I/2611/2026 tertanggal 2 April 2026 mulai menimbulkan dampak di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga honorer. Senin (13/4/2026).

Surat tersebut ditujukan kepada 41 direktur utama rumah sakit di seluruh Indonesia.

SE dengan perihal “Peralihan Status Non-ASN menjadi CPNS” itu ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Sunarto, M.Kes.

Baca Juga:  RUU Perampasan Aset Dibahas, Akademisi FH UII Usulkan Istilah Penyitaan

Dalam isinya, pimpinan rumah sakit diminta mengajukan daftar nama pegawai non-ASN yang akan dialihkan statusnya menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kebijakan tersebut sontak mengejutkan kalangan PPPK, termasuk anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang merasa memiliki hak serupa untuk diangkat menjadi PNS.

Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan jika tidak diterapkan secara merata di seluruh sektor.

Ketua Umum Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara (FKBPPPN), Fadlun Abdillah, mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengambil langkah serupa seperti yang dilakukan Kemenkes.

Baca Juga:  Menteri Hukum: Indonesia Membutuhkan Undang-Undang Grasi, Amnesti, Abolisi dan Rehabilitasi

Ia meminta Kemendagri segera menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan kepada kepala daerah dan jajaran Satpol PP untuk mengusulkan pengangkatan PPPK dan sisa tenaga honorer menjadi PNS.

“Kenapa Kementerian Dalam Negeri tidak berani mengeluarkan surat edaran yang sama kepada gubernur, wali kota, bupati, dan Kasat Pol PP se-Indonesia?” ujar Fadlun, Minggu pada (12/4/2026).

Baca Juga:  Anggaran Kementerian Agama Terpotong Rp14 Triliun, Menag Tegaskan Program Produktif Terus Berjalan

Lebih lanjut, Fadlun menegaskan bahwa ketentuan dalam undang-undang telah mengamanatkan bahwa personel Satpol PP seharusnya berstatus sebagai PNS.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Menurutnya, apabila pemerintah konsisten menjalankan amanat undang-undang tersebut, maka tidak akan terjadi polemik terkait status kepegawaian di lingkungan Satpol PP.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru