Presiden Prabowo Marah Besar, Soroti IHSG Anjlok, Integritas Pasar Modal Dipertanyakan 

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi. IHSG mengalami penurunan yang signifikan.

Foto Ilustrasi. IHSG mengalami penurunan yang signifikan.

 

DN.com – Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kemarahan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap integritas pasar modal dan dampaknya terhadap investor, khususnya investor ritel. Kamis (12/2/2026).

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pasar dengan integritas tinggi hanya dapat terwujud jika dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara Ke-79, Prabowo Subianto: Sejarah Membuktikan Tidak Ada Negara yang Berhasil Tanpa Institusi kepolisian yang Unggul

“Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, bukan? Morgan Stanley, kejatuhan pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik hangat besar minggu lalu, kan?

Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujar Hashim pada Rabu (11/2/2026).

Hashim menekankan pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas pasar dan kehormatan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Khusus Keluarga Prasejahtera, Program Pegawai PLN, Ada Sambungan Listrik Gratis Untuk Rakyat Tahun 2025

Ia menyebut bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah hal yang sangat penting sehingga pengawasan akan dilakukan secara sangat ketat.

Hashim menyoroti banyaknya investor yang menjadi korban dari kejadian pasar tersebut, terutama ketika terdapat perusahaan dengan rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal.

“Ada sesuatu yang salah, jadi harapan saya dan harapan Presiden Prabowo serta harapan pemerintah adalah agar Anda (sebagai regulator dan SRO) tetap mengawasi.

Baca Juga:  Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka, Keluarga Diduga Nikmati Rp19 Miliar dari Pengadaan Outsourcing

Dan ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag,” tegasnya.

Hashim menegaskan bahwa akan selalu ada potensi penipuan di pasar jika pengawasan lemah.

Ia menyebut peran regulator sangat krusial untuk memastikan tidak ada pihak yang mencoba menipu investor.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru