DN.com – Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kemarahan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap integritas pasar modal dan dampaknya terhadap investor, khususnya investor ritel. Kamis (12/2/2026).
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pasar dengan integritas tinggi hanya dapat terwujud jika dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
“Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, bukan? Morgan Stanley, kejatuhan pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik hangat besar minggu lalu, kan?
Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” ujar Hashim pada Rabu (11/2/2026).
Hashim menekankan pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas pasar dan kehormatan Republik Indonesia.
Ia menyebut bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah hal yang sangat penting sehingga pengawasan akan dilakukan secara sangat ketat.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Hashim menyoroti banyaknya investor yang menjadi korban dari kejadian pasar tersebut, terutama ketika terdapat perusahaan dengan rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal.
“Ada sesuatu yang salah, jadi harapan saya dan harapan Presiden Prabowo serta harapan pemerintah adalah agar Anda (sebagai regulator dan SRO) tetap mengawasi.
Dan ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag,” tegasnya.
Hashim menegaskan bahwa akan selalu ada potensi penipuan di pasar jika pengawasan lemah.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Ia menyebut peran regulator sangat krusial untuk memastikan tidak ada pihak yang mencoba menipu investor.***
Penulis : Redaksi






