Deltanusantara.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri di bidang perekonomian dan instansi terkait lainnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 18 September 2025.
Rapat tersebut membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur. Jumat (19/9/2025).
– Sektor Pertanian: Pemerintah akan segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait ubi kayu, singkong, dan tapioka, dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri serta memperhatikan kesejahteraan para petani.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
– Sektor Energi: Pembahasan difokuskan pada mekanisme impor etanol dan produksi tetes tebu atau molase serta penyediaan listrik pedesaan dengan tenaga sel surya.
– Infrastruktur: Rencana dan pendanaan pembangunan giant sea wall yang akan berdampak pada sekitar 50 juta masyarakat di sekitar pantai utara (Pantura) Jawa.
Prototipe Listrik Pedesaan Tenaga Surya
Presiden memerintahkan Danantara untuk membuat prototipe listrik pedesaan berbasis tenaga surya.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Prototipe ini akan dibangun di sejumlah daerah dan ditarget dapat berjalan dalam waktu 3-5 bulan.
Pembangunan giant sea wall diharapkan dapat melindungi masyarakat di sekitar pantai utara Jawa dari berbagai ancaman, seperti banjir rob dan abrasi.
Sementara itu, prototipe listrik pedesaan tenaga surya diharapkan dapat meningkatkan akses energi listrik di daerah pedesaan dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.***
Editor : Gr
Sumber Berita : Setpres






