DN.com – Studi Internal Center of Economic and Law Studies (CELIOS) mengungkap potensi kerugian akibat makanan yang terbuang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 1,27 triliun setiap pekan. Kamis (26/2/2026).
Peneliti CELIOS Isnawati Hidayah mengatakan, ada sejumlah faktor menyebabkan penolakan, antara lain rasa yang tidak sesuai, kebersihan yang dinilai kurang higienis, serta kualitas gizi yang dianggap belum memadai.
CELIOS menghitung potensi kerugian dalam dua skenario, yakni minimal dan maksimal. Skenario minimal mencapai 62 juta porsi terbuang setiap minggu, dengan estimasi kerugian Rp 622 miliar per minggu. Skenario maksimal potensi kerugian bisa mencapai Rp1,27 triliun per minggu.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
“Kalau kita menggunakan asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap minggunya,” kata Isnawati.
CELIOS merekomendasikan moratorium sementara program MBG, diikuti reformasi total dalam tata kelola dan distribusi, serta audit transparan dan evaluasi menyeluruh.
“Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” tegasnya.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Penulis : Redaksi






